Perburuan penghargaan Ballon d'Or 2026 memasuki pekan terakhir. Pemain terbaik dunia akan dinobatkan pada malam penghargaan yang digelar di London, Inggris, pada 25 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan 70 tahun Ballon d'Or pertama yang dimenangi legenda Inggris, Sir Stanley Matthews.

Edisi kali ini sangat dipengaruhi Piala Dunia 2026, yang dimenangi Spanyol usai mengalahkan Argentina di partai final. Kemenangan itu mengangkat nama-nama bintang La Furia Roja, sekaligus membuat para penantang harus mengandalkan torehan individu yang luar biasa.

Kane di Posisi Terdepan

Harry Kane disebut sebagai favorit utama untuk membawa pulang trofi bola emas. Kapten timnas Inggris itu menjadi pencetak gol tersubur Eropa musim 2025/26 dengan torehan 61 gol dalam 51 pertandingan di semua kompetisi, sekaligus mengantar Bayern Muenchen meraih gelar ganda domestik.

Di Piala Dunia, Kane mencetak enam gol, termasuk dua gol penting di pengujung laga kontra Republik Demokratik Kongo, dan membawa Inggris finis di peringkat ketiga — capaian terbaik The Three Lions sejak juara dunia 1966. Musim ini ia sudah membukukan 15 kontribusi gol dalam 10 penampilan.

Jika menang, Kane akan menjadi pemain Inggris kelima yang memenangi Ballon d'Or.

“Of course, now it is out of my hands, it is down to the voters and the people who decide it,” kata Kane. “The season I had was my best season by far.”

Yamal dan Rodri, Andalan Spanyol

Pesaing terdekat Kane adalah dua bintang Barcelona dan timnas Spanyol: Lamine Yamal dan Rodri.

Yamal, 19 tahun, menjadi pemain pertama berusia di bawah 20 tahun yang tampil di final Piala Eropa dan final Piala Dunia — dua-duanya dimenangi Spanyol. Ia mengoleksi 24 gol dan 18 assist bersama Barcelona musim lalu yang berujung gelar LaLiga, dan musim ini sudah mencatatkan 19 kontribusi gol dalam 11 laga. Ia adalah runner-up Ballon d'Or 2025 dan berpeluang melangkah satu tingkat lebih tinggi tahun ini.

Sementara itu Rodri, pemenang Ballon d'Or 2024, meraih Bola Emas Piala Dunia sebagai pemain terbaik turnamen usai menjadi metronom lini tengah Spanyol. Ia kini memperkuat Barcelona yang mengawali musim dengan sempurna: sembilan kemenangan dari sembilan laga dengan selisih gol +30.

Menariknya, Rodri menyebut klubnya lebih menjagokan Yamal. “The club has opted for Lamine because they believe he is the player who deserves it most, and that's perfectly legitimate,” ujarnya.

Mbappe, Messi, dan Dembele

Kylian Mbappe tetap menjadi penantang serius. Sepatu Emas Piala Dunia berkat 10 golnya sekaligus membuatnya melewati Miroslav Klose dan Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia. Bersama Real Madrid ia mencetak 42 gol dalam 44 laga musim lalu, dan musim ini sudah mengoleksi 11 gol dari 11 pertandingan.

Messi, 39 tahun, kembali masuk perbincangan usai mencetak delapan gol dan membawa Argentina ke final Piala Dunia. Pemenang delapan kali Ballon d'Or itu juga mengantar Inter Miami menjuarai Campeones Cup, hingga Sir David Beckham menjagokannya menang lagi. Messi sendiri telah mengumumkan pensiun dari timnas Argentina.

Ousmane Dembele, yang menjuarai Liga Champions dua musim beruntun bersama Paris Saint-Germain, berada di posisi berikutnya. Kegagalan Prancis menjuarai Piala Dunia — tersingkir di semifinal — dinilai membuat peluangnya mempertahankan gelar menjadi kecil.

Penantang Lain dari Inggris hingga Norwegia

Jude Bellingham masuk daftar berkat perannya mengantar Inggris meraih perunggu Piala Dunia, di mana ia dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen versi pelatih Thomas Tuchel. Ia juga menjadi gelandang Inggris pertama sejak David Platt pada 1993 yang mencatatkan empat kontribusi gol dalam satu laga, saat Inggris menang 7–0 atas Kroasia.

Erling Haaland juga layak diperhitungkan: ia membawa Norwegia — yang tampil di putaran final untuk pertama kalinya sejak 1998 — hingga perempat final, termasuk menyingkirkan Brasil, lalu mencetak 38 gol untuk Manchester City musim lalu dan 12 gol dalam 10 laga musim ini. Namun kasus pelanggaran aturan finansial City disebut bisa memengaruhi sebagian juri.

Michael Olise (Bayern Muenchen dan Prancis) serta Vinicius Junior (Real Madrid) melengkapi daftar sepuluh besar, sementara bek muda Barcelona Pau Cubarsi — favorit peraih Golden Boy — disebut sebagai pendatang baru yang nyaris menembus daftar.

Kini, semua mata tertuju ke London. Siapa yang akan mengangkat trofi bola emas pada 25 Oktober nanti?

Sumber: OneFootball