Harga Emas Antam Naik ke Rp2,65 Juta per Gram, Minyak Dunia Melemah di Tengah Harapan Diplomasi AS-IranHarga Emas Antam Naik ke Rp2,65 Juta per Gram, Minyak Dunia Melemah di Tengah Harapan Diplomasi AS-Iran

JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Berdasarkan daftar harga resmi Logam Mulia, emas ukuran 1 gram naik Rp17.000 menjadi Rp2.650.000 per gram. Di saat yang sama, harga minyak mentah dunia justru terkoreksi setelah muncul harapan dimulainya kembali jalur diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pergerakan kedua komoditas tersebut menunjukkan bahwa sentimen geopolitik masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pasar global. Kenaikan harga emas biasanya mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset yang dinilai lebih aman, sedangkan penurunan harga minyak mengindikasikan berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Selain harga jual, Logam Mulia Antam juga menaikkan harga buyback atau harga pembelian kembali emas dari konsumen sebesar Rp22.000 menjadi Rp2.405.000 per gram.
Bagi masyarakat yang berinvestasi emas, harga buyback merupakan acuan ketika ingin menjual kembali emas yang dimiliki. Dengan harga jual Rp2.650.000 dan buyback Rp2.405.000 per gram, terdapat selisih sekitar Rp245.000 per gram yang perlu diperhitungkan sebelum membeli emas, terutama jika investasi dilakukan dalam jangka pendek.
Karena itu, emas umumnya lebih banyak dipilih sebagai instrumen investasi jangka menengah hingga panjang. Dalam periode yang lebih lama, kenaikan harga berpotensi menutup selisih antara harga beli dan harga jual kembali, meski tetap dipengaruhi kondisi pasar.
Produk emas dari produsen lain juga menunjukkan harga yang berbeda. Berdasarkan data HRTA Gold, Emasku BSI Gold ukuran 1 gram dipasarkan sekitar Rp2.482.000 dengan harga buyback Rp2.356.000 per gram.
Sementara itu, emas Galeri24 dijual sekitar Rp2.610.000 per gram, sedangkan emas UBS berada di kisaran Rp2.622.000 per gram.
Perbedaan harga tersebut merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti biaya produksi, standar sertifikasi, jaringan distribusi, tingkat likuiditas produk, hingga besarnya permintaan pasar terhadap masing-masing merek.
Harga dasar emas Antam (belum termasuk pajak):
0,5 gram: Rp1.375.000
1 gram: Rp2.650.000
2 gram: Rp5.240.000
3 gram: Rp7.835.000
5 gram: Rp13.025.000
10 gram: Rp25.995.000
25 gram: Rp64.862.000
50 gram: Rp129.645.000
100 gram: Rp259.212.000
250 gram: Rp647.765.000
500 gram: Rp1.295.320.000
1.000 gram: Rp2.590.600.000
Berbeda dengan emas, harga minyak mentah dunia ditutup melemah pada perdagangan Kamis (9/7/2026) atau Jumat pagi WIB.
Harga minyak Brent turun 2,2 persen menjadi US$76,30 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah 2 persen ke level US$72,08 per barel.
Pelemahan tersebut dipicu munculnya harapan pasar terhadap upaya mediasi yang dilakukan Qatar dan Pakistan untuk membuka kembali komunikasi antara Washington dan Teheran. Jika jalur diplomasi kembali berjalan, risiko terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah diperkirakan ikut menurun.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak akibat meningkatnya ketegangan militer antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling strategis di dunia.
Meski aktivitas kapal tanker di kawasan tersebut sempat melambat, pelaku pasar sejauh ini belum memperkirakan akan terjadi penutupan total Selat Hormuz. Pandangan tersebut turut meredakan tekanan terhadap pasar energi.
Meski sama-sama diperdagangkan di pasar komoditas global, harga emas dan minyak tidak selalu bergerak ke arah yang sama karena dipengaruhi faktor yang berbeda.
Emas dikenal sebagai safe haven, yaitu aset yang cenderung dicari investor ketika kondisi ekonomi atau geopolitik dipenuhi ketidakpastian. Sebaliknya, harga minyak lebih dipengaruhi keseimbangan antara pasokan dan permintaan global. Ketika peluang konflik mereda, kekhawatiran terhadap gangguan distribusi minyak ikut berkurang sehingga harga minyak cenderung melemah.
Kenaikan harga emas dapat meningkatkan nilai aset bagi masyarakat yang telah berinvestasi. Namun, investor tetap perlu memperhatikan selisih harga jual dan buyback serta menyesuaikan keputusan investasi dengan tujuan keuangan masing-masing, bukan hanya berdasarkan kenaikan harga harian.
Di sisi lain, pelemahan harga minyak dunia tidak otomatis diikuti penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Dampaknya terhadap harga BBM domestik masih bergantung pada kebijakan pemerintah, nilai tukar rupiah, serta mekanisme penetapan harga yang berlaku.
Dalam beberapa waktu ke depan, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran serta kondisi keamanan di Timur Tengah. Faktor-faktor tersebut dipandang tetap menjadi penentu utama arah pergerakan harga emas maupun minyak dunia.
Bagi masyarakat yang berinvestasi logam mulia, fluktuasi harga harian sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan. Memahami tujuan investasi, jangka waktu kepemilikan, serta perkembangan ekonomi global akan membantu investor mengambil langkah yang lebih terukur dibanding sekadar mengikuti pergerakan harga dari hari ke hari.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda