Breaking
Memuat breaking news...

Grab Catat Kuartal Terbaik Sepanjang Sejarah, Naikkan Target Pendapatan dan Siapkan Buyback US$750 Juta

Redaksi
Redaksi
Selasa, 4 Agustus 2026 - 7.40 AM WIB
Grab Catat Kuartal Terbaik Sepanjang Sejarah, Naikkan Target Pendapatan dan Siapkan Buyback US$750 Juta
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Singapura — Grab Holdings Limited melaporkan hasil kuartal kedua 2026 yang oleh manajemennya disebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah perusahaan. Selasa (4/8), perusahaan induk aplikasi transportasi dan pengantaran terbesar di Asia Tenggara ini menaikkan proyeksi pendapatan dan laba operasional untuk sepanjang tahun, sekaligus mengumumkan program pembelian kembali saham senilai US$750 juta atau sekitar S$962 juta.

Pasar merespons positif. Saham Grab yang tercatat di bursa Nasdaq itu naik lebih dari 3 persen dalam perdagangan setelah jam bursa reguler (extended trading). Kenaikan ini belum cukup menutup tekanan sepanjang tahun berjalan — saham Grab masih tercatat turun lebih dari 26 persen sejak awal 2026, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap margin dan biaya operasional di tengah tahun yang penuh gejolak.

Strategi di Tengah Krisis Bahan Bakar

Salah satu tantangan terbesar Grab tahun ini adalah lonjakan harga bahan bakar di kawasan, imbas dari perang Iran yang ikut mengguncang pasar energi global. Untuk menyiasatinya, perusahaan memperkenalkan sejumlah fitur baru, mulai dari penggabungan pesanan (order bundling) hingga tarif hemat bernama "Saver" yang menyasar pengguna yang lebih sensitif terhadap harga.

Grab juga memperluas dua lini bisnis yang tumbuh paling cepat: layanan belanja kebutuhan sehari-hari (grocery) dan layanan keuangan digital, termasuk pinjaman dan asuransi bagi mitra pengemudi dan pedagang di platform mereka.

Total insentif yang digelontorkan Grab kepada pengguna dan mitra pengemudi mencapai US$706 juta sepanjang kuartal kedua. Dari jumlah itu, lebih dari US$7 juta dialokasikan khusus untuk menopang pendapatan mitra pengemudi yang tergerus kenaikan harga bahan bakar. Langkah ini tampaknya membuahkan hasil: jumlah mitra pengemudi aktif bulanan tumbuh 19 persen dari tahun sebelumnya dan mencatat rekor tertinggi baru.

Pendapatan Naik 22 Persen, Laba Melonjak karena Faktor Non-Operasional

Pendapatan Grab pada kuartal kedua yang berakhir Juni 2026 tumbuh 22 persen secara tahunan menjadi US$997 juta, melampaui perkiraan analis sebesar US$990,8 juta. Nilai transaksi kotor (gross merchandise value/GMV) di bisnis mobilitas dan pengantaran naik 21 persen menjadi US$6,5 miliar, didorong pertumbuhan jumlah pengguna aktif.

Angka yang lebih mencolok justru datang dari sisi laba. Grab membukukan laba periode berjalan sebesar US$235 juta, melonjak jauh dari US$20 juta pada periode yang sama tahun lalu. Namun angka ini perlu dibaca hati-hati: lonjakan tersebut sebagian besar berasal dari keuntungan satu kali senilai US$307 juta akibat konsolidasi Superbank, unit perbankan digital Grab di Indonesia, sejak Juni 2026.

Di luar faktor itu, kinerja inti perusahaan tecermin lebih akurat pada adjusted EBITDA yang tumbuh 54 persen menjadi US$168 juta, dengan margin membaik dari 13,3 persen menjadi 16,9 persen — capaian pertumbuhan adjusted EBITDA selama delapan belas kuartal berturut-turut, menurut Chief Financial Officer Grab, Peter Oey.

Group Chief Executive Officer sekaligus salah satu pendiri Grab, Anthony Tan, menyebut kuartal ini sebagai "kuartal yang kuat" bagi perusahaan, dengan jumlah pengguna transaksi bulanan yang mencapai rekor 54 juta pengguna.

Segmen Bisnis: Pengantaran Masih Jadi Andalan, Layanan Keuangan Tumbuh Pesat

Dari sisi segmen usaha, pendapatan layanan pengantaran (deliveries) naik 21 persen menjadi US$531 juta, ditopang ekspansi bisnis periklanan di dalam aplikasi. Segmen mobilitas tumbuh lebih moderat, 12 persen menjadi US$331 juta, meski jumlah transaksi naik jauh lebih cepat dibanding nilai transaksinya — indikasi bahwa konsumen semakin memilih layanan dengan tarif yang lebih terjangkau.

Segmen yang tumbuh paling agresif adalah layanan keuangan, dengan pendapatan melonjak 59 persen menjadi US$134 juta. Total penyaluran pinjaman naik 72 persen menjadi rekor US$1,2 miliar, sementara portofolio pinjaman kotor melonjak hampir tiga kali lipat menjadi US$2,3 miliar — sebagian besar didorong konsolidasi Superbank. Grab juga baru merampungkan akuisisi penuh atas Stash Financial, perusahaan teknologi finansial asal Amerika Serikat, pada Juli 2026, meski kontribusi pendapatannya baru akan tercatat mulai kuartal ketiga.

Berbekal kinerja tersebut, Grab menaikkan proyeksi pendapatan tahun 2026 menjadi US$4,10 miliar hingga US$4,15 miliar, dari sebelumnya US$4,04 miliar hingga US$4,10 miliar. Angka ini sedikit di atas ekspektasi analis yang menurut data LSEG memperkirakan pendapatan tahunan sebesar US$4,12 miliar.

Proyeksi adjusted EBITDA tahunan turut dinaikkan menjadi kisaran US$720 juta hingga US$740 juta, dari proyeksi sebelumnya US$700 juta hingga US$720 juta. Revisi ini, menurut Oey, mencerminkan kekuatan bisnis inti Grab sekaligus efek konsolidasi Superbank dan akuisisi Stash.

Program pembelian kembali saham senilai US$750 juta yang baru diumumkan menambah total otorisasi buyback Grab menjadi US$1,75 miliar sejak pertama kali diluncurkan pada 2024. Perusahaan menyebut pembelian saham akan dibiayai dari kas berlebih setelah dikurangi alokasi investasi untuk mendorong pertumbuhan, dan akan dilakukan bertahap sesuai kondisi pasar.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajemen Grab cukup percaya diri dengan arus kas perusahaan, di tengah tahun yang masih diwarnai tekanan biaya bahan bakar dan volatilitas pasar modal. Bagaimana performa Grab pada paruh kedua 2026 — terutama setelah integrasi penuh Stash mulai berjalan — akan menjadi ukuran berikutnya apakah tren positif kuartal ini bisa berlanjut.

Sumber: Reuters, siaran pers resmi Grab Holdings Limited (4 Agustus 2026).

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait