Breaking
Memuat breaking news...

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Jadwal, Lokasi Terbaik, dan Kabar bagi Pengamat di Indonesia

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 6.40 AM WIB
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Jadwal, Lokasi Terbaik, dan Kabar bagi Pengamat di Indonesia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Langit di sebagian besar Eropa dan Atlantik Utara akan gelap gulita pada siang atau sore hari tanggal 12 Agustus mendatang. Bulan akan menutupi Matahari secara penuh, menandai gerhana matahari total pertama yang terlihat dari daratan utama Eropa sejak tahun 1999 — nyaris tiga dekade lamanya penduduk benua itu menunggu momen serupa.

Di Indonesia yang penasaran apakah fenomena ini bisa disaksikan dari rumah: jawabannya tidak. Posisi geografis Indonesia berada jauh di luar jalur bayangan Bulan kali ini, sehingga langit di Nusantara akan tetap normal seperti hari-hari biasa.

Tapi bukan berarti peristiwa ini tidak layak diikuti — sejumlah observatorium di berbagai negara dijadwalkan menyiarkannya secara langsung lewat internet, dan artikel ini akan menjelaskan kapan waktu terbaik untuk menontonnya dari layar, sekaligus apa yang membuat gerhana kali ini istimewa.

Gerhana matahari total hanya bisa disaksikan dari jalur sempit yang dilalui bayangan inti Bulan, yang dikenal sebagai jalur totalitas. Untuk peristiwa 12 Agustus ini, jalur tersebut dimulai dari kawasan terpencil di Siberia, Rusia, lalu melintasi lapisan es Greenland bagian timur, menyentuh pesisir barat Islandia — termasuk ibu kota Reykjavik — sebelum menyeberangi Atlantik Utara dan mendarat di Spanyol utara.

Dari sana, jalur totalitas memotong hampir seluruh Semenanjung Iberia hingga mencapai pesisir Laut Mediterania, dengan sedikit wilayah di ujung barat laut Portugal turut kebagian.

Karena sebagian besar Greenland bagian timur nyaris tak berpenghuni, hanya segelintir pos riset dan kapal pesiar ekspedisi di kawasan fjord Scoresby Sund yang diperkirakan benar-benar menyaksikan momen totalitas di sana.

Spanyol dan Islandia-lah yang akan menjadi pusat perhatian dunia, karena keduanya dilalui jalur totalitas sekaligus punya populasi dan infrastruktur wisata yang memadai untuk menampung gelombang pemburu gerhana dari berbagai negara.

Di luar jalur totalitas itu, gerhana sebagian bisa disaksikan dari area yang jauh lebih luas. Inggris dan Irlandia akan melihat hingga 96 persen permukaan Matahari tertutup Bulan, dengan pemandangan terbaik di wilayah barat daya. Ini menjadikannya gerhana paling mendekati total yang pernah dilihat Inggris sejak 1999 — saat itu, gerhana total benar-benar melintasi sebagian besar wilayah Devon dan Cornwall.

Sebagian besar Prancis, Belgia, Swiss, dan Italia bagian utara turut kebagian gerhana sebagian dengan cakupan hingga 95 persen. Bahkan sedikit bagian timur laut Amerika Serikat dan Kanada juga akan melihat gerhana sebagian, meski tidak sebesar yang terlihat di Eropa.

Kapan Waktu Puncaknya?

Prosesnya berlangsung bertahap sepanjang sore hingga malam waktu setempat pada 12 Agustus. Karena posisi Bulan yang sedang berada di fase bulan baru, ia sama sekali tidak terlihat mata telanjang sebelum gerhana dimulai.

Di London, misalnya, "kontak pertama" — saat piringan Bulan mulai menggigit tepi Matahari — terjadi pukul 18.17 waktu setempat, dan puncaknya tercapai sekitar pukul 19.12. Waktu persisnya bergeser beberapa menit tergantung lokasi pengamatan, meski polanya serupa di seluruh Inggris.

Di Indonesia, waktu tersebut setara sekitar pukul 00.17 hingga 01.12 WIB dini hari tanggal 13 Agustus — mengingat selisih zona waktu sekitar enam jam dari Inggris pada musim panas. Jadi, bagi yang berminat mengikuti siaran langsungnya, siap-siap begadang menjelang tengah malam.

Sementara itu, di Spanyol sendiri, fase totalitas diperkirakan terjadi menjelang matahari terbenam waktu setempat, sehingga posisi Matahari akan tampak sangat rendah di cakrawala — sebuah pemandangan yang oleh para pemburu gerhana dianggap unik sekaligus menantang untuk difoto.

Berapa Lama Langit Akan Gelap?

Durasi totalitas — periode ketika Matahari benar-benar tertutup penuh — tidak sama di semua titik jalur. Durasi terpanjang, sekitar 2 menit 18 detik, terjadi di kawasan tengah jalur yang melintasi Greenland, Islandia, dan Atlantik Utara.

Begitu jalur ini mencapai Spanyol, durasinya menyusut jadi sekitar 1 menit 42 hingga 45 detik di kota-kota bagian utara seperti Burgos, León, Valladolid, dan Soria. Bandingkan dengan gerhana matahari total yang melintasi Amerika Serikat pada April 2024 lalu, yang di sejumlah titik sempat memberi totalitas lebih dari 4 menit — jadi gerhana kali ini tergolong relatif singkat.

Cara Aman Menyaksikan Gerhana

Sesuatu yang indah di langit ini tetap menyimpan bahaya nyata bagi mata. Saat Matahari meredup akibat tertutup sebagian oleh Bulan, orang cenderung merasa lebih aman menatapnya langsung — padahal justru saat itulah risiko kerusakan permanen pada retina tetap tinggi, dan efeknya sering kali baru terasa setelah kerusakan sudah terjadi, bukan seketika.

Karena itu, pengamat disarankan memakai kacamata gerhana khusus yang memiliki label sesuai standar keamanan internasional, bukan kacamata hitam biasa — sebab kacamata hitam biasa tidak mampu menyaring cukup banyak cahaya berbahaya. Kacamata gerhana lama pun sebaiknya tidak dipakai ulang, karena lapisan pelindungnya bisa saja sudah menurun kualitasnya.

Alternatif yang lebih murah dan tetap aman adalah memakai proyektor lubang jarum (pinhole projector), atau memproyeksikan bayangan Matahari ke selembar kertas putih. Bahkan bayangan dari saringan dapur atau celah di antara dedaunan pohon pun bisa dimanfaatkan untuk melihat pola gerhana secara tidak langsung.

Ada satu pengecualian penting: bagi pengamat yang benar-benar berada di dalam jalur totalitas, melihat langsung dengan mata telanjang hanya diperbolehkan selama fase totalitas 100 persen berlangsung — begitu fase itu berakhir dan sedikit saja cahaya Matahari kembali muncul, pelindung mata wajib dipasang kembali.

Karena jalur gerhana 12 Agustus ini sama sekali tidak menjangkau Asia Tenggara, satu-satunya cara bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikannya adalah lewat siaran langsung yang disediakan sejumlah observatorium dan lembaga astronomi internasional.

Bagi yang penasaran kapan giliran wilayah Indonesia kembali kebagian gerhana matahari, catatan astronomi menunjukkan gerhana matahari sebagian pada 2 Agustus 2027 diperkirakan bisa disaksikan dari sebagian wilayah Nusantara — meski tingkat ketampakannya akan bervariasi antar lokasi dan perlu dipastikan kembali mendekati tanggalnya.

Gerhana kali ini juga berdekatan dengan puncak hujan meteor Perseid, yang biasanya jatuh tak lama setelah tanggal ini — menjadikan pertengahan Agustus 2026 sebagai periode yang cukup ramai bagi siapa saja yang gemar mendongak ke langit malam.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait