Gedung Putih menyatakan Melania Trump membantu memediasi gencatan senjata di kota Oleshky yang diduduki Rusia, tempat warga sipil selama berbulan-bulan hidup tanpa pasokan makanan, obat-obatan, dan air bersih. Kesepakatan itu membuka jalan bagi masuknya bantuan kemanusiaan dan evakuasi warga yang tersisa, yang sebagian besar lanjut usia.

Kota kecil di Kherson selatan itu menjadi pusat krisis kemanusiaan yang semakin putus asa di bawah pendudukan Rusia. Sejak Mei, Rusia gagal menyalurkan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya ke wilayah tersebut, hingga menimbulkan kematian akibat kelaparan dan penyakit. Kamar mayat setempat hancur dan tidak ada air mengalir, sehingga pengurusan jenazah dan sanitasi pun bermasalah.

Ukraina sebelumnya telah menyerukan gencatan senjata untuk mengevakuasi sekitar 2.000 warga sipil yang tersisa di kota itu, tetapi Rusia belum memberi komitmen apa pun. Paus Leo sempat menyerukan intervensi pada pekan yang sama, sementara Kremlin menyebut Vladimir Putin telah membahas situasi Oleshky dengan Donald Trump.

Tanggal Mulai yang Berbeda

Pernyataan Gedung Putih menyebut gencatan senjata mulai berlaku pada 29 Oktober untuk memberi jalan bagi bantuan kemanusiaan dan persiapan evakuasi melalui koridor aman. Namun, Kyiv dan Moskow kemudian mengonfirmasi jadwal yang lebih cepat: gencatan senjata dimulai pada 27 Oktober.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Rusia, Valery Gerasimov, dikutip Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukan Rusia menghentikan tembakan di sektor Kherson dan memasuki masa tenang mulai pukul 04.00 waktu Moskow pada 27 Oktober. Ombudsman Ukraina, Dmytro Lubinets, mengatakan misi kemanusiaan bertahap itu akan dilaksanakan mulai 27 Oktober, meliputi pembersihan ranjau di jalan menuju Oleshky, pengiriman makanan, dan evakuasi.

“Situasi di Oleshky sangat mengerikan. Oleshky adalah kota garis depan yang berada di ambang bencana. Penduduknya yang tersisa sebagian besar adalah warga lanjut usia yang sangat membutuhkan perawatan medis, obat-obatan, makanan, dan air bersih,” kata Melania Trump dalam pernyataan Gedung Putih.

Lubinets menambahkan, keterlibatan pribadi Melania Trump memungkinkan tercapainya kesepakatan tersebut. Negosiator utama Ukraina juga mengonfirmasi bahwa gencatan senjata lokal akan dimulai 27 Oktober, sementara misi kemanusiaan yang dipimpin ibu negara Amerika Serikat itu dimulai dua hari kemudian, pada 29 Oktober — perbedaan yang menjelaskan selisih tanggal antara pernyataan Washington dan Moskow.

Upaya yang Sudah Lama Berjalan

Meski Gedung Putih mengaitkan kesepakatan ini dengan Melania Trump, upaya gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky sebenarnya telah lama diupayakan. Seruan serupa pernah disampaikan Paus Leo XIV — yang membahas masalah ini dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy — serta Perserikatan Bangsa-Bangsa, pejabat Uni Eropa, dan Dewan Eropa. Pada 18 Oktober lalu, Lubinets bahkan sempat menyatakan kesepakatan sudah dekat, tanpa menyebut keterlibatan ibu negara AS.

Selama berminggu-minggu, Ukraina mendorong evakuasi warga sipil dari Oleshky dan permukiman sekitarnya, bahkan sempat menggunakan drone untuk menjatuhkan bantuan darurat berupa makanan dan obat-obatan ke kota itu. Melania Trump juga menyebut sebuah organisasi media Amerika yang netral akan mendampingi dan mendokumentasikan tim Rusia dan Ukraina di lapangan selama misi berlangsung. Organisasi yang dipilih adalah Newsmax.

Pada tahap awal pernyataan Gedung Putih, belum ada komentar dari Moskow maupun Kyiv. Konfirmasi dari kedua pihak kemudian datang melalui pernyataan pejabat militer Rusia dan ombudsman Ukraina, yang sama-sama menyebut tanggal 27 Oktober sebagai awal penghentian tembakan.

Sumber: The Guardian