Breaking
Memuat breaking news...

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia Barat, Korban Tewas Capai Ratusan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 11 Agustus 2026 - 6.29 AM WIB
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia Barat, Korban Tewas Capai Ratusan
ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin pagi, 10 Agustus 2026. Angka korban terus bergerak sepanjang hari. Laporan awal menyebut sekitar 20 orang meninggal dunia, lalu naik menjadi 69, kemudian 79, dan menjelang sore waktu setempat otoritas Kolombia serta kantor berita internasional seperti Reuters dan Associated Press melaporkan sedikitnya 111 orang tewas. Puluhan bangunan runtuh di beberapa kota, dan proses evakuasi masih berlangsung hingga berita ini ditulis.

Lokasi dan Kekuatan Gempa

Gempa terjadi pukul 07.34 waktu setempat, atau sekitar pukul 19.34 WIB. Pusat gempa berada di dekat San Jose del Palmar, sebuah kawasan kecil berpenduduk sekitar 4.800 jiwa di Departemen Choco, kurang lebih 400 kilometer sebelah barat Bogota. Wilayah ini jarang penduduk, tapi guncangannya menjalar sampai ke ibu kota.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat kedalaman gempa sekitar 107 kilometer, sementara Servicio Geologico Colombiano mencatat 96 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia, yang turut melakukan analisis independen karena gempa berkekuatan besar seperti ini rutin dipantau untuk kemungkinan dampak lintas benua, mencatat kedalaman 95 kilometer dengan episenter di darat, sekitar 3 kilometer barat laut El Aguila — lokasi yang berdekatan dengan titik yang dilaporkan lembaga-lembaga lain. Perbedaan angka semacam ini wajar terjadi karena metode pengolahan data yang tidak sama antarlembaga.

Menurut Servicio Geologico Colombiano, ini menjadi gempa terkuat yang mengguncang Kolombia dalam kurang lebih satu dekade terakhir. Getarannya dirasakan di sedikitnya 32 ibu kota regional. Di Bogota, alarm gedung berbunyi dan ribuan pekerja kantoran berhamburan ke jalan selama sekitar dua menit — durasi yang tergolong lama untuk sebuah gempa.

Ada alasan ilmiah kenapa gempa sedalam ini masih bisa merusak separah itu. Gempa dengan kedalaman 70 hingga 300 kilometer biasanya terjadi di dalam lempeng samudra yang sedang menunjam ke bawah lempeng benua. Di selatan Kolombia, fenomena ini dikenal sebagai Cauca nest — area tempat Lempeng Nazca terus bergerak turun di bawah Lempeng Amerika Selatan.

Secara teori, suhu dan tekanan di kedalaman itu seharusnya membuat batuan terlalu lentur untuk patah. Tapi sisa-sisa terrane samudra purba yang terperangkap di zona tersebut membuat sebagian batuan tetap rapuh dan bisa patah tiba-tiba, memicu gempa kuat meski jauh dari permukaan.

Korban paling banyak terkonsentrasi di kawasan penghasil kopi dan di Cali, kota terbesar ketiga Kolombia. Wali Kota Pereira Mauricio Salazar melaporkan 18 orang tewas di kotanya, sementara Departemen Risaralda secara keseluruhan — tempat Pereira berada — mencatat sedikitnya 40 kematian.

Di Manizales, wali kota setempat melaporkan dua korban jiwa. Gubernur Valle del Cauca, provinsi tempat Cali berada, menyebut setidaknya tiga anak-anak termasuk di antara korban tewas di wilayahnya.

Di Cali sendiri, sedikitnya 30 bangunan dilaporkan runtuh dengan orang-orang masih terjebak di dalamnya. Sebuah rumah sakit di kota itu ikut ambruk sebagian, memaksa petugas mengevakuasi pasien di tengah reruntuhan. Pemerintah Kota Cali kemudian meminta bantuan tim penyelamat tambahan dari Bogota dan Medellin.

Di Quibdo, ibu kota Departemen Choco yang paling dekat dengan pusat gempa, Gubernur Nubia Carolina Cordoba melaporkan kerusakan struktur bangunan yang parah beserta sejumlah korban luka, meski belum ada rincian angka pasti dari wilayah tersebut.

Perlu dicatat, sejumlah sumber menyebut angka yang jauh lebih tinggi. Beberapa laporan, termasuk yang merujuk pada media Kolombia El Tiempo, menyebut korban tewas telah mencapai 124 orang, dengan lebih dari 620 luka-luka dan hampir 2.000 orang dilaporkan hilang. Angka orang hilang dalam jumlah sebesar itu belum dapat diverifikasi secara independen, dan kemungkinan besar akan berubah seiring proses pendataan oleh otoritas Kolombia terus berjalan.

Sektor penerbangan ikut terganggu. Otoritas penerbangan sipil Kolombia menangguhkan sementara operasional enam bandara — Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura — untuk pemeriksaan struktur landasan dan terminal.

Bandara Alfonso Bonilla Aragon di Cali juga dilaporkan mengalami kerusakan. Di Popayan, penerbangan justru dihentikan bukan karena gempa, melainkan karena abu vulkanik dari Gunung Purace yang mulai mengeluarkan gas dan abu tak lama setelah guncangan terjadi.

Kerusakan bangunan bersejarah juga tercatat. Di Manizales, salah satu menara Katedral Basilika Nuestra Señora del Rosario — gereja utama kota itu — dilaporkan miring dan sebagian ambruk ke bagian tengah bangunan. Di Manizales pula, aliran listrik dan gas sempat dimatikan sementara akibat kebocoran yang dikhawatirkan memicu bahaya lanjutan.

USGS dan sistem peringatan tsunami Amerika Serikat memastikan tidak ada potensi tsunami akibat gempa ini, karena pusat gempa terlalu dalam di bawah permukaan bumi untuk memicu pergeseran vertikal dasar laut yang signifikan. Otoritas Kolombia menegaskan hal serupa untuk wilayah pesisir Pasifik mereka.

Bagi pembaca di Indonesia, BMKG turut mengeluarkan keterangan resmi. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil pemodelan tsunami BMKG menunjukkan gempa Kolombia tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.

Menurutnya, karakter gempa ini tergolong gempa menengah akibat deformasi di dalam lempeng samudra yang menunjam, sehingga berbeda dari gempa dangkal di dasar laut yang lebih berisiko memicu gelombang tsunami besar.

Sekitar 16 kilometer di sebelah barat San Jose del Palmar, gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 tercatat kurang dari satu jam setelah gempa utama. Guncangan gempa utama sendiri terasa hingga keluar wilayah Kolombia — warga di Panama timur sempat mengevakuasi gedung-gedung, dan laporan getaran juga datang dari Ekuador yang berbatasan langsung.

Bencana ini menjadi krisis besar pertama yang dihadapi pemerintahan baru Kolombia. Presiden Abelardo De La Espriella baru dilantik pada Jumat, 7 Agustus 2026 — hanya tiga hari sebelum gempa terjadi. Ia langsung mendeklarasikan status bencana nasional, langkah yang membuka akses ke sumber daya tambahan bagi wilayah terdampak.

"Pemerintah pusat telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melindungi nyawa warga, membantu masyarakat terdampak, dan menyalurkan bantuan ke mana pun dibutuhkan," kata De La Espriella dalam pidato nasionalnya. Ia juga memerintahkan pembentukan pos komando terpadu dan menyatakan akan langsung bertolak ke Pereira, salah satu kota yang paling parah terdampak.

Di lapangan, tim pemadam kebakaran, personel militer, dan relawan warga membentuk rantai manusia untuk membersihkan puing-puing secara manual. Wali Kota Cali Alejandro Eder meminta warganya memeriksa retakan besar pada bangunan tempat tinggal dan segera mengungsi bila menemukan tanda-tanda kerusakan struktural. Wali Kota Bogota Carlos Galan mengirim 100 personel penyelamat ke Cali untuk memperkuat tim di lapangan.

Kolombia berada di jalur seismik aktif dan mencatat ribuan gempa kecil setiap bulan. Kawasan penghasil kopi yang kini kembali terdampak pernah dihantam gempa magnitudo 6,2 pada 1999 yang menewaskan lebih dari 1.000 orang — kekuatannya jauh lebih kecil dari gempa kali ini, namun pusatnya jauh lebih dangkal sehingga dampaknya lebih terkonsentrasi.

Gempa 2026 ini justru berkebalikan: pusatnya lebih dalam, tapi magnitudonya jauh lebih besar. Kombinasi itulah yang menjelaskan mengapa kerusakan bisa menyebar begitu luas, mencakup puluhan kota, meski episentrumnya berada jauh dari pusat-pusat kota besar.

Hingga Senin malam waktu setempat, otoritas di berbagai departemen masih melakukan pendataan korban dan kerusakan. Kegiatan belajar-mengajar di sekolah ditangguhkan di sejumlah wilayah terdampak, dan daftar bandara yang ditutup masih terus dievaluasi. Perkembangan jumlah korban, kondisi pengungsi, serta pemulihan infrastruktur akan terus diperbarui oleh Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia bersama Servicio Geologico Colombiano.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait