Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BNPB Kebut Pendataan Kerusakan di Tiga WilayahGempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BNPB Kebut Pendataan Kerusakan di Tiga Wilayah

Qaplo.com - Gempa bumi tektonik berkekuatan besar magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA atau 10.27 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat daerah langsung bergerak cepat ke lapangan guna memetakan dampak guncangan. Hingga saat ini, otoritas kebencanaan masih mengompilasi laporan darurat terkait kerusakan bangunan dan potensi korban jiwa di area terdampak.
Berdasarkan data awal yang dihimpun Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, guncangan kuat ini memicu kerusakan fisik pada infrastruktur di tiga wilayah utama, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Ketiga kawasan tersebut memang berada dalam radius terdekat dengan episentrum gempa, sehingga tingkat kerentanannya jauh lebih tinggi dibanding wilayah sekitarnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa tim reaksi cepat di tingkat daerah masih melakukan penyisiran. Fokus utama petugas saat ini adalah memverifikasi fasilitas publik maupun pemukiman warga yang mengalami kerusakan struktural. "Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya.
Pemetaan Dampak Fisik dan Korban Jiwa
Pihak bupati dan wali kota melalui BPBD setempat masih terus memperbarui data dari tingkat kecamatan hingga desa. Skala kerusakan, baik kategori ringan, sedang, maupun berat, belum dapat dipublikasikan secara mendetail karena proses verifikasi fisik di lapangan masih berjalan. "Rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat," lanjut Abdul.
Selain kerugian materil berupa bangunan runtuh, BNPB juga membuka posko pemantauan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya korban luka maupun korban jiwa. Tim di lapangan sekaligus menyiapkan skenario mitigasi apabila ditemukan warga yang harus dievakuasi ke tenda pengungsian darurat karena rumah mereka tidak lagi aman untuk ditempati. "Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung," tambah Abdul.
Konteks Sesar Aktif dan Dampak bagi Masyarakat
Sebagai wilayah yang secara geologis dikelilingi oleh jaringan sesar aktif, khususnya sistem Sesar Palu-Koro, wilayah Sulawesi Tengah memiliki catatan historis kegempaan yang cukup tinggi. Guncangan berkapasitas M 6,7 ini menjadi alarm penting bagi masyarakat untuk kembali mengaktifkan protokol keselamatan mandiri, seperti segera keluar ruangan jika merasakan getaran dan menghindari bangunan kaca atau papan reklame.
Pembaca yang memiliki kerabat di sekitar Palu, Sigi, dan Parigi Moutong diimbau untuk memantau perkembangan informasi hanya melalui saluran resmi BMKG dan BNPB demi menghindari simpang siur berita hoaks. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi runtuhnya material bangunan yang strukturnya sudah melemah akibat guncangan utama.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda