Breaking
Memuat breaking news...

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Empat Provinsi

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 7.41 AM WIB
Gempa M 7,7 Guncang NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Empat Provinsi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 15 kilometer.

(Catatan: BMKG sempat merilis kekuatan awal M7,0 sebelum memutakhirkannya menjadi M7,7 dalam analisis lanjutan.)

Kurang dari tiga menit setelah guncangan, BMKG menerbitkan Peringatan Dini Tsunami pertama untuk empat provinsi: NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Pemutakhiran kedua menyusul sekitar 11 menit setelah gempa.

Guncangan Terasa Kuat, Ada Laporan Bangunan Ambruk

Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, intensitas gempa mencapai VII MMI di Aesesa (Nagekeo), Riung (Ngada), dan Kota Mbay — level yang membuat warga berhamburan keluar rumah dan menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan. Guncangan VI MMI dirasakan di Wolowae (Nagekeo) dan Kota Bajawa, sementara Kota Ende, Kota Borong, dan Kota Ruteng merasakan intensitas V MMI.

Sejumlah media melaporkan adanya bangunan yang ambruk di Maumere akibat gempa ini, meski rincian dampak dan korban masih dikumpulkan otoritas setempat.

Sekitar 20 menit setelah gempa utama, gempa susulan bermagnitudo 5,6 tercatat pada pukul 05.18 WIB, berpusat 61 kilometer barat laut Ende dengan kedalaman 10 kilometer.

Gelombang Tsunami Terdeteksi di 10 Titik

BMKG mencatat gelombang tsunami sudah terdeteksi di berbagai titik pesisir NTT hingga Sulawesi Selatan. Gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Ende, mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Wilayah

Waktu

Ketinggian

Sikka

05:03 WIB

0,19 m

Pelabuhan Kewapante, Sikka

05:16 WIB

0,38 m

Maurole, Ende

05:27 WIB

0,94 m

Labuan Bajo

05:26 WIB

0,36 m

Flores Timur

05:24 WIB

0,25 m

Dompu

05:29 WIB

0,17 m

Baubau

05:47 WIB

0,30 m

Bulukumba

05:58 WIB

0,54 m

Kolaka

06:27 WIB

0,23 m

Bakalang, Alor

05:41 WIB

0,14 m

BMKG menetapkan status kesiapsiagaan berjenjang di wilayah terdampak — status "Awas" mengharuskan evakuasi menyeluruh, "Siaga" mengharuskan evakuasi, sedangkan "Waspada" berarti warga diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.

Warga Selayar Sigap Evakuasi karena Trauma 2021

Dampak kewaspadaan turut dirasakan warga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, meski berjarak cukup jauh dari pusat gempa. Warga di Kecamatan Pasimarannu dan Pasilambena langsung naik ke dataran tinggi begitu peringatan tsunami keluar.

Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali mengatakan kedua kecamatan itu termasuk paling cepat merespons. Menurutnya, pengalaman gempa besar di NTT pada 2021 yang sempat berdampak ke Selayar — hingga merusak rumah warga, tanggul, dan jalan — membuat masyarakat kini jauh lebih sigap begitu ada tanda-tanda serupa.

Natsir memastikan hingga laporan terakhir belum ada kerusakan bangunan di Selayar akibat gempa kali ini, meski sempat muncul kepanikan warga yang teringat kejadian 2021.

Situasi ini masih berkembang. Untuk pembaruan status peringatan dini tsunami dan potensi gempa susulan, pantau kanal resmi BMKG dan BNPB.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait