Breaking
Memuat breaking news...

Gempa M 7,7 di Laut Sulawesi: BMKG Deteksi Tsunami Minor di Sulut dan Maluku Utara

Qaplo
Qaplo
Senin, 8 Juni 2026 - 2.56 PM WIB
Gempa M 7,7 di Laut Sulawesi: BMKG Deteksi Tsunami Minor di Sulut dan Maluku Utara
ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi munculnya gelombang tsunami dalam skala kecil di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Fenomena ini dipicu oleh gempa tektonik kuat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi, 8 Juni 2026.

Hingga laporan terakhir dirilis, sensor pemantau otomatis BMKG mencatat ketinggian gelombang tsunami berkisar antara 9 hingga 18 sentimeter. Kendati masuk dalam kategori minor, kemunculan gelombang ini menjadi penanda penting bahwa aktivitas tektonik di bawah laut tersebut berdampak langsung pada kondisi perairan dangkal di sekitarnya.

Sebaran Wilayah yang Mendeteksi Tsunami

Berdasarkan data teknis dari instrumen pengukur pasang surut air laut (tide gauge), anomali gelombang laut terdeteksi di tiga titik pantau utama. Lokasi-lokasi tersebut meliputi wilayah pesisir Ulu Siau di Provinsi Sulawesi Utara, kawasan Melonguane di Kepulauan Talaud, serta satu titik pantau strategis di wilayah Provinsi Maluku Utara.

BMKG terus mengaktifkan seluruh sensor pemantau tsunami di sepanjang pesisir utara dan timur Nusantara secara maksimal. Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap perubahan tinggi gelombang dapat terdeteksi secara real-time untuk meminimalkan risiko bagi masyarakat pesisir.

Peringatan BMKG: Potensi Perubahan Tinggi Gelombang

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengimbau masyarakat di kawasan pesisir terdampak untuk tidak meremehkan situasi ini. Meski gelombang awal yang tiba masih tergolong kecil, pemodelan tsunami menunjukkan adanya potensi perubahan tinggi gelombang di beberapa titik.

Berdasarkan estimasi pemodelan terbaru, BMKG menetapkan beberapa tingkatan status ancaman untuk wilayah terdampak:

  1. Status Awas: Berpotensi terjadi gelombang dengan ketinggian lebih dari 3 meter di wilayah pesisir yang paling dekat dengan pusat gempa.
  2. Status Siaga: Berpotensi terjadi gelombang setinggi 0,5 hingga 3 meter di beberapa titik pesisir Sulawesi Utara.
  3. Status Waspada: Berpotensi terjadi gelombang kurang dari 0,5 meter di wilayah pesisir Maluku Utara dan sekitarnya.

Masyarakat diminta untuk tetap siaga dan segera mematuhi instruksi evakuasi yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun petugas berwenang setempat.

Kronologi Gempa dan Respons Darurat

Peringatan dini tsunami ini diterbitkan oleh BMKG kurang dari sepuluh menit setelah guncangan hebat terjadi pada pukul 06.37 WIB. Pusat gempa atau episenter berada di kedalaman 47 kilometer di bawah permukaan laut, tepatnya di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, berdekatan dengan wilayah Mindanao, Filipina.

Guncangan kuat ini dilaporkan sempat memicu kepanikan warga di beberapa lokasi, seperti di Kepulauan Sangihe, di mana sebagian penduduk berinisiatif melakukan evakuasi mandiri dengan menjauhi garis pantai menuju tempat yang lebih tinggi. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau situasi dan menyiapkan langkah tanggap darurat.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait