Breaking
Memuat breaking news...

Gempa Kuat di Jepang Pagi Ini, BMKG Tegaskan Tidak Berdampak Tsunami bagi Indonesia

Qaplo
Qaplo
Kamis, 25 Juni 2026 - 11.34 AM WIB
Gempa Kuat di Jepang Pagi Ini, BMKG Tegaskan Tidak Berdampak Tsunami bagi Indonesia
ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah lepas pantai timur Pulau Honshu, Jepang, pada Kamis pagi tidak berpotensi menimbulkan tsunami yang berdampak ke wilayah Indonesia.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.30.23 WIB. Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 40,23 derajat Lintang Utara dan 142,09 derajat Bujur Timur.

"Pusat gempa berada di laut sekitar 27 kilometer sebelah timur Kota Kuji, Jepang. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia," kata Wijayanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pusat Gempa Berada di Laut

BMKG mencatat gempa terjadi pada kedalaman 118 kilometer di bawah permukaan bumi. Kedalaman tersebut mengategorikan peristiwa ini sebagai gempa bumi menengah.

Menurut BMKG, gempa dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng tektonik. Deformasi batuan merupakan perubahan bentuk atau pergeseran batuan akibat tekanan yang terjadi di bawah permukaan bumi.

Hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa peristiwa ini dipicu oleh pergerakan sesar naik atau thrust fault. Jenis patahan ini terjadi ketika satu blok batuan terdorong naik akibat tekanan tektonik yang kuat.

Mengapa Tidak Memicu Tsunami di Indonesia?

Meski memiliki magnitudo cukup besar, tidak semua gempa bawah laut otomatis memicu tsunami. Potensi tsunami dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kedalaman gempa, mekanisme patahan, lokasi pusat gempa, dan besarnya deformasi dasar laut yang terjadi.

Berdasarkan analisis BMKG, karakteristik gempa yang terjadi di dekat pantai timur Honshu tersebut tidak menunjukkan potensi memicu gelombang tsunami yang dapat menjangkau wilayah Indonesia.

Informasi ini penting mengingat Indonesia dan Jepang sama-sama berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yaitu wilayah yang memiliki aktivitas gempa bumi dan vulkanik tinggi akibat pertemuan beberapa lempeng tektonik dunia.

BMKG Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Informasi Menyesatkan

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir, untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Wijayanto menegaskan bahwa informasi resmi terkait gempa bumi dan potensi tsunami sebaiknya hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG.

"Masyarakat diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi, situs web, telegram, maupun aplikasi seluler resmi yang telah terverifikasi," ujarnya.

BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan tersebut dan akan menyampaikan pembaruan apabila terdapat perubahan hasil analisis ataupun informasi penting lainnya.

Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat peringatan tsunami untuk wilayah Indonesia terkait gempa magnitudo 6,8 yang terjadi di dekat pantai timur Honshu, Jepang.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait