Breaking
Memuat breaking news...

Gempa 7,1 di Kumamoto Guncang Rantai Pasok Jepang, Pabrik Toyota hingga Chip TSMC Terhenti

Redaksi
Redaksi
Jumat, 31 Juli 2026 - 2.41 PM WIB
Gempa 7,1 di Kumamoto Guncang Rantai Pasok Jepang, Pabrik Toyota hingga Chip TSMC Terhenti
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Gempa 7,1 magnitudo yang mengguncang Kumamoto Selasa lalu bukan hanya soal korban jiwa. Dampaknya langsung merembet ke jantung industri Jepang.

Reuters mencatat, setidaknya 34 orang meninggal, jalan terbelah, dan ribuan rumah kehilangan air serta listrik. Di kawasan yang jadi basis penting industri otomotif dan dijuluki Silicon Valley-nya Jepang karena banyak pabrik semikonduktor, mesin-mesin pabrik berhenti.

Sepuluh tahun lalu, cerita serupa terjadi di tempat yang sama. Bedanya, skala kali ini diperkirakan tidak akan separah 2016. Tapi efeknya sudah terasa jauh dari pusat gempa.

Toyota jadi contoh paling jelas betapa rapuhnya rantai pasok model just-in-time.

Perusahaan itu menghentikan produksi di tiga pabriknya di Fukuoka, di utara Kumamoto, hingga 5 Agustus. Bahkan satu pabriknya di Aichi, lebih dari 600 km dari lokasi bencana, juga akan menganggur minggu depan.

Juru bicara Toyota menyebut keputusan diambil dengan mempertimbangkan keselamatan serta situasi di perusahaan distribusi dan pemasok.

Pemasok yang dimaksud salah satunya Aisin. Pabrik Aisin yang dekat dengan episentrum membuat pintu, mesin, dan komponen lain untuk Toyota, Daihatsu, dan Nissan.

Kamis kemarin, Aisin menyatakan sedang bersiap memulai kembali produksi secara bertahap, untuk lini yang sudah dipastikan aman dan kualitasnya terjaga. Kapan bisa pulih penuh, belum ditentukan.

Jumat pagi, Reuters melihat beberapa truk masuk ke pabrik tersebut, salah satunya membawa toilet portabel. Manajer toko di dekat pabrik mengatakan pasokan air mati akibat gempa, tapi listrik masih menyala. Dari luar, tidak terlihat bangunan yang rusak berat di sekitar pabrik.

Cerita ini mengulang 2016. Saat itu pabrik Aisin yang sama rusak parah dan pasokan komponen pintu untuk Toyota macet total. Akibatnya Toyota harus menghentikan perakitan di seluruh Jepang. Seorang eksekutif industri mengatakan kepada Reuters, kali ini pemasok lapis kedua dan ketiga yang menyuplai pemasok besar seperti Aisin tampaknya juga kena dampak.

Denso, pembuat komponen otomotif terbesar kedua di dunia, menyebut satu pemasoknya di area tersebut melaporkan terdampak dan 13 pemasok lain masih mengecek situasi. Aisin dan pemasok grup Toyota lain diperkirakan akan memberikan update saat laporan keuangan kuartal pertama keluar Jumat ini.

Nissan menghentikan sebagian produksi di dua pabrik kendaraannya di Kyushu karena keterlambatan pengiriman komponen. Mitsubishi Motors juga menyetop sebagian produksi di pabriknya di Okayama, Jepang barat.

Kumamoto dalam beberapa tahun terakhir bukan cuma soal mobil. Daerah ini jadi hub global semikonduktor.

TSMC, produsen chip kontrak terbesar di dunia, langsung mengevakuasi personel dari pabriknya di Kumamoto Selasa sore. Beberapa jam kemudian mereka menyebut operasi mulai dilanjutkan kembali.

Renesas mengatakan baru bisa memulai kembali operasi di salah satu pabrik Kumamoto-nya secara bertahap mulai 5 Agustus. Pabrik itu mengalami panel plafon jatuh, dinding retak, dan kebocoran air. Tokyo Electron, produsen peralatan pembuat chip, berencana memulai ulang produksi di pabrik sekitar minggu depan. Sony yang juga punya pabrik semikonduktor di Kumamoto mengatakan Jumat ini upaya pemulihan masih berjalan.

Meski korban jiwa jauh lebih rendah dibanding 2016 yang menewaskan lebih dari 260 orang, pola kematiannya jadi sorotan.

Hampir separuh dari 34 korban meninggal terjadi di fasilitas komersial, bukan di rumah tinggal. Sembilan orang tewas di pabrik kertas Nippon Paper Industries dekat episentrum, yang mengalami kerusakan struktur berat hingga cerobongnya roboh. Tujuh orang lainnya meninggal di mal Aeon, yang terbesar di prefektur tersebut, di mana dugaan ledakan gas terjadi lebih dari satu jam setelah gempa utama.

Bagi industri Jepang yang selama puluhan tahun mencoba memperkuat ketahanan pasokan karena rawan bencana, gempa Kumamoto kali ini jadi ujian nyata. Seberapa tangguh sistem yang sudah dibangun, akan terlihat dari seberapa cepat Aisin dan para pemasok lapis bawahnya bisa kembali berputar.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait