Gempa 6,8 Magnitudo Guncang Kumamoto Jepang, Puluhan Orang Terjebak di Mal yang Baru Direnovasi

QAPLO - Gempa bumi berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang bagian selatan, pada Selasa sore, 28 Juli 2026 waktu setempat. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 16.27 itu memicu ledakan di sebuah pusat perbelanjaan, memutus aliran listrik ke puluhan ribu rumah, serta merusak jalan, jembatan, dan sejumlah bangunan.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat kekuatan gempa di angka 6,8, sementara Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengukurnya lebih tinggi, yakni 7,1 magnitudo, dengan intensitas guncangan mencapai level tertinggi dalam skala shindo Jepang, yaitu shindo 7. Perbedaan angka semacam ini lumrah terjadi karena kedua lembaga menggunakan metode pengukuran yang tidak persis sama. Titik pusat gempa berada di kedalaman dangkal, di sekitar Kota Uto, sekitar 48 kilometer di sebelah barat daya Kota Kumamoto yang berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa.
Dampak paling mengkhawatirkan terjadi di Aeon Mall Kumamoto, mal terbesar di provinsi itu dengan sekitar 200 toko. Sebagian lantai dua mal ini dilaporkan runtuh akibat guncangan, dan sekitar satu jam kemudian sebuah ledakan menghantam bangunan tersebut. Petugas pemadam kebakaran menyebut ada laporan bau gas sesaat sebelum ledakan terjadi, namun penyebab pastinya belum dipastikan otoritas setempat. Pihak Aeon menyatakan karyawan sempat membantu mengevakuasi sekitar 200 pengunjung sebelum ledakan berlangsung.
Ironisnya, mal ini baru saja rampung direnovasi dan resmi dibuka kembali pada 13 Juni 2026, setelah bertahun-tahun proses pembangunan ulang pasca-gempa dahsyat 2016 yang meluluhlantakkan Kumamoto. Kompleks itu sempat digadang-gadang sebagai simbol kebangkitan kota dari bencana silam, lengkap dengan penguatan struktur tahan gempa. Kini, hanya berselang sekitar enam minggu sejak pembukaannya, mal tersebut kembali porak-poranda.
Soal jumlah korban, angka yang beredar masih terus berubah seiring proses evakuasi berlangsung. Kepolisian mengonfirmasi setidaknya satu orang meninggal dunia setelah ditemukan di sebuah rumah yang roboh akibat gempa.
Sementara itu, stasiun televisi TV Asahi, mengutip sumber kepolisian, melaporkan beberapa orang tewas dalam keruntuhan di dalam mal, meski jumlah pastinya belum dikonfirmasi resmi hingga berita ini disusun. Sempat pula beredar laporan awal bahwa dua orang perempuan berusia 20-an tahun ditemukan tewas dan satu orang lain mengalami henti jantung-paru di lokasi mal.
Pada Rabu dini hari waktu setempat, penyiar publik NHK melaporkan empat orang berhasil dievakuasi hidup dari reruntuhan mal, dengan kondisi tidak mengancam nyawa. Namun keberadaan sedikitnya 10 orang lain—dari total 20 hingga 30 karyawan yang sempat tak bisa dihubungi sejak gempa terjadi—masih belum diketahui. Secara keseluruhan, lebih dari 100 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa ini.
Dua rumah sakit di Kumamoto masing-masing menerima lebih dari 50 pasien, sebagian di antaranya dalam kondisi serius. Salah satu rumah sakit bahkan disebut sudah penuh sesak menampung korban dengan luka bakar dan patah tulang, sementara bangunan rumah sakit itu sendiri mengalami kebocoran air dan gangguan sistem kelistrikan akibat gempa.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan bahwa pemerintah masih terus menghitung skala kerusakan di wilayah terdampak, sembari mengimbau warga untuk mengutamakan keselamatan diri, termasuk mengungsi ke tempat yang lebih aman bila diperlukan. Badan penanggulangan bencana Jepang mencatat sekitar 300 ribu warga telah diinstruksikan mengungsi. Untuk mempercepat proses pertolongan, militer Jepang mengerahkan 3.600 personel serta 20 unit pesawat guna memantau kondisi kerusakan dari udara.
Dari sisi infrastruktur, perusahaan listrik Kyushu Electric Power mencatat sekitar 48.000 rumah kehilangan pasokan listrik. Operator kereta JR Kyushu menghentikan sementara layanannya, termasuk kereta cepat Shinkansen, sedangkan Bandara Kumamoto menutup landasan pacunya sehingga sejumlah maskapai terpaksa mengalihkan atau membatalkan penerbangan. Operator telekomunikasi KDDI dan NTT Docomo juga melaporkan gangguan layanan seluler akibat pemadaman listrik dan kerusakan jaringan transmisi.
Sejumlah perusahaan besar dengan fasilitas produksi di kawasan itu, termasuk produsen chip TSMC, Sony, dan Fujifilm, mengevakuasi pekerja dari pabrik masing-masing sebagai langkah kehati-hatian. Otoritas pengawas nuklir Jepang menyatakan tidak ada kejanggalan yang terdeteksi di pembangkit listrik tenaga nuklir di sekitar wilayah gempa.
JMA memperingatkan wilayah dengan guncangan terkuat masih berisiko diguncang gempa susulan yang kuat serta longsor selama kurang lebih sepekan ke depan, mengingat gempa dangkal semacam ini cenderung memicu aktivitas seismik lanjutan di area sekitarnya. Hingga laporan ini disusun, tercatat lebih dari 60 gempa susulan dengan kekuatan berkisar 1 hingga 4 magnitudo, ditambah satu gempa susulan yang cukup signifikan berkekuatan 6,1 magnitudo tak lama setelah gempa utama, dan satu lagi berkekuatan 4,1 magnitudo yang terjadi menjelang tengah malam.
Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan begitu gempa terjadi, namun dicabut dalam waktu kurang dari dua jam setelah tidak ditemukan ancaman gelombang besar.
Bagi warga Kumamoto, gempa kali ini membangkitkan kembali trauma satu dekade lalu. Rangkaian gempa yang menghantam wilayah ini pada April 2016 menewaskan 275 orang dan melukai ribuan lainnya, sekaligus merusak parah Kastil Kumamoto yang menjadi ikon wisata kota tersebut. Sebagian tembok batu kastil itu, yang baru selesai diperbaiki, kembali mengalami kerusakan dalam gempa terbaru ini.
Jepang sendiri dikenal sebagai salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena letaknya di sepanjang Cincin Api Pasifik, dengan sekitar 20 persen dari seluruh gempa berkekuatan 6 magnitudo ke atas di dunia terjadi di negara ini.
Situasi di lapangan hingga kini masih terus berkembang. Tim penyelamat dilaporkan masih bekerja menyisir reruntuhan Aeon Mall Kumamoto, sementara otoritas setempat terus memutakhirkan data korban seiring proses evakuasi dan investigasi penyebab ledakan berlangsung.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda