Breaking
Memuat breaking news...

Gelombang Panas di Italia Tewaskan Lima Orang, Peringatan Merah Diperluas ke 18 Kota

Qaplo
Qaplo
Jumat, 26 Juni 2026 - 11.40 AM WIB
Gelombang Panas di Italia Tewaskan Lima Orang, Peringatan Merah Diperluas ke 18 Kota
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ROMA – Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Italia telah menyebabkan sedikitnya lima orang meninggal dunia. Di tengah suhu yang terus meningkat, pemerintah Italia memperluas peringatan panas tingkat tertinggi atau peringatan merah ke 18 kota pada Jumat (26/6), naik dari 17 kota sehari sebelumnya.

Korban jiwa dilaporkan berasal dari sejumlah wilayah berbeda. Berdasarkan laporan media ANSA, dua petani meninggal di Provinsi Lodi dan Piacenza, seorang tunawisma ditemukan meninggal di Napoli, sementara seorang pria dilaporkan meninggal saat berada di area pemakaman di Garlasco, dekat Pavia, wilayah Lombardy. Satu korban lainnya juga tercatat dalam laporan otoritas setempat.

Pemerintah Perluas Status Siaga

Keputusan memperluas status peringatan merah diambil setelah komite teknis yang dipimpin Menteri Kesehatan Italia, Orazio Schillaci, menggelar rapat untuk mengevaluasi dampak cuaca panas dan langkah penanganannya.

Kota Genoa kini ikut masuk dalam daftar wilayah dengan status siaga tertinggi bersama Roma, Milan, Florence, Venesia, Turin, Bologna, Bari, Ancona, Bolzano, Brescia, Frosinone, Latina, Perugia, Pescara, Rieti, Verona, dan Viterbo.

Peringatan merah merupakan level kewaspadaan tertinggi yang dikeluarkan pemerintah Italia ketika suhu ekstrem diperkirakan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta penderita penyakit kronis, tetapi juga berisiko terhadap masyarakat yang sehat.

Aktivitas Publik Terganggu

Cuaca panas yang berkepanjangan juga mulai mengganggu berbagai layanan publik dan aktivitas pariwisata.

Galeri Uffizi di Florence menghentikan sementara penjualan tiket hingga setidaknya 28 Juni setelah sistem pendingin udara mengalami kerusakan. Penutupan sementara dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Di Verona, Rumah Juliet yang menjadi salah satu destinasi wisata paling populer juga ditutup mulai Jumat akibat kombinasi suhu tinggi dan padatnya jumlah wisatawan.

Sementara itu, sidang pengadilan di Palermo turut ditangguhkan karena kondisi cuaca yang dinilai tidak mendukung pelaksanaan aktivitas normal.

Rumah Sakit Mulai Dipenuhi Pasien

Gelombang panas turut meningkatkan beban layanan kesehatan di Italia.

Media lokal melaporkan jumlah pasien yang datang ke ruang gawat darurat di wilayah Lombardy meningkat sekitar 20 persen dibandingkan kondisi normal. Sebagian besar pasien mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan suhu tinggi dan dehidrasi.

Di Milan, wisatawan terlihat berupaya menghindari sengatan matahari dengan membawa payung, kipas tangan, serta memanfaatkan area sekitar air mancur di dekat Katedral Duomo sebagai tempat berteduh.

Suhu Diperkirakan Masih Meningkat

Ahli meteorologi memperkirakan suhu udara akan mencapai puncaknya pada akhir pekan. Kondisi tersebut membuat pemerintah terus mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air, dan memperhatikan kelompok rentan yang lebih mudah terdampak cuaca ekstrem.

Italia menjadi salah satu negara Eropa yang mengalami lonjakan suhu lebih cepat pada awal musim panas tahun ini. Otoritas setempat masih memantau perkembangan situasi dan bersiap mengambil langkah tambahan apabila kondisi cuaca terus memburuk.

Sumber: Anadolu

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait