Gebyar Pajak Sumut 2026 Undi 936 Hadiah, Wajib Pajak Taat Bisa Dapat Mobil
Qaplo.com (Medan) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai mengubah cara mendorong kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Melalui program Gebyar Pajak Sumut atau GPSU 2026, warga yang membayar pajak kendaraan tepat waktu diberi kesempatan
Qaplo.com (Medan) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai mengubah cara mendorong kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Melalui program Gebyar Pajak Sumut atau GPSU 2026, warga yang membayar pajak kendaraan tepat waktu diberi kesempatan memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi. Pada pengundian Gebyar Pajak Sumut Triwulan I Tahun 2026, sebanyak 936 hadiah disiapkan untuk wajib pajak yang memenuhi ketentuan. Pengundian digelar di Aula Kantor Bapenda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat, 12 Juni 2026. Hadiah yang diundi antara lain laptop, kulkas, sepeda motor, sepeda, dan berbagai hadiah lainnya. Pada akhir tahun, Pemerintah Provinsi Sumut juga menyiapkan hadiah utama berupa paket umrah dan satu unit mobil. Kegiatan tersebut dibuka Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumut, Muhammad Suib, mewakili Gubernur Sumut Bobby Nasution. Pengundian dilakukan secara terbuka dan disaksikan notaris serta saksi independen. Mengurangi Kebiasaan Menunggu Pemutihan Muhammad Suib mengatakan Gebyar Pajak Sumut dirancang untuk membangun kesadaran warga agar membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu. Pemerintah daerah ingin mengurangi kebiasaan sebagian wajib pajak yang menunggu program pemutihan sebelum membayar kewajibannya. “Melalui acara ini, ada penghargaan yang diberikan kepada masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan bermotor. Kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap program pemutihan yang justru bisa mengakibatkan penurunan kepatuhan wajib pajak. Ini murni untuk mengedukasi warga agar membayar pajak sesuai dengan triwulannya,” ujar Suib. Pemutihan pajak biasanya diberikan untuk meringankan beban wajib pajak yang menunggak, misalnya melalui penghapusan denda atau keringanan tertentu. Namun, jika terlalu sering dinantikan, kebijakan seperti itu dapat membuat