Breaking
Memuat breaking news...

Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Sekjen PSSI Minta Publik Jangan Hujat Pemain dan Pelatih

Redaksi
Redaksi
Senin, 10 Agustus 2026 - 7.48 AM WIB
Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Sekjen PSSI Minta Publik Jangan Hujat Pemain dan Pelatih
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 memicu kekecewaan. PSSI merespons dengan satu permintaan: jangan jadikan pemain dan pelatih sebagai sasaran hujatan.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, Minggu. Ia memahami publik kecewa, tapi meminta kritik diarahkan secara proporsional.

"Timnas kita yang telah berjuang, harus tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima. Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kita pada masa depan," ujar Yunus dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta.

Indonesia dipastikan tersingkir setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup B. Laga digelar di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8). Hasil itu membuat skuad asuhan John Herdman finis di peringkat tiga dan gagal melaju ke semifinal.

Yunus menyebut PSSI memohon maaf atas hasil tersebut.

"Terkait hasil di Piala AFF, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena tidak memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna," katanya.

Menurut Yunus, para pemain yang tampil di turnamen ini masih punya perjalanan panjang. Masih ada harapan besar untuk prestasi yang lebih baik.

Dukungan publik justru dibutuhkan untuk menjaga mental dan perkembangan mereka. Hujatan di media sosial, yang kerap muncul seusai kekalahan, justru berisiko menggerus kepercayaan diri skuad muda.

Itu alasan PSSI meminta kritik diarahkan ke organisasi. Bukan ke individu di lapangan.

Di sisi lain, PSSI memastikan kegagalan ini tidak berhenti pada permintaan maaf.

Yunus mengatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan. Prosedur ini disebutnya rutin, baik saat tim meraih hasil bagus maupun mengecewakan.

Evaluasi akan melibatkan Ketua Umum PSSI, Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), dan jajaran pelatih.

Belum ada informasi resmi mengenai hasil maupun tenggat evaluasi tersebut. PSSI juga belum mengumumkan apakah akan ada perubahan komposisi tim pelatih atau program pembinaan ke depan.

Yang jelas, untuk saat ini federasi ingin menjaga ruang evaluasi tetap objektif, tanpa tekanan hujatan terhadap pemain dan pelatih.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait