Breaking
Memuat breaking news...

FIFA Berambisi Tambah Peserta Piala Dunia Jadi 64, UEFA Tegas Menentang

Qaplo
Qaplo
Senin, 13 Juli 2026 - 7.19 AM WIB
FIFA Berambisi Tambah Peserta Piala Dunia Jadi 64, UEFA Tegas Menentang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TEXAS - Presiden FIFA, Gianni Infantino, berencana memperluas Piala Dunia 2030 dengan menambah jumlah peserta menjadi 64 tim.


Piala Dunia 2026 sudah menggunakan format baru dengan 48 tim, jumlah peserta terbanyak dalam sejarah turnamen ini.

Namun, Infantino tidak ingin berhenti di situ. Menambah jumlah peserta Piala Dunia menjadi ambisi bagi pria berkebangsaan Swiss, Italia, dan Lebanon ini.

"Rencana (peserta Piala Dunia jadi 64 tim) akan dibahas dan diputuskan bersama komite terkait setelah Piala Dunia kali ini," kata Infantino dalam wawancara dengan media Swiss, Bluewin, dikutip dari The Athletic.

Infantino beralasan bahwa setiap negara berhak mengikuti Piala Dunia. Ia melihat peningkatan kualitas tim di seluruh dunia sebagai alasan untuk membuka kesempatan yang lebih luas.

"Setiap negara seharusnya berhak bermimpi tampil di Piala Dunia. Anda bisa melihat kualitas tim yang semakin tinggi di seluruh dunia."

"Jika Anda tidak memberi kesempatan kepada negara-negara kecil untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia, mereka akan kesulitan berkembang," ujarnya.

Menurut laporan The Athletic, gagasan menambah jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim berasal dari Ketua Asosiasi Sepak Bola Uruguay (UFA), Ignacio Alonso, yang disampaikan dalam Rapat Majelis FIFA pada Maret 2025.

"FIFA, badan sepak bola dunia, menyatakan kepada The New York Times bahwa proposal Alonso secara spontan 'diutamakan' daripada 'urusan lain' selama rapat itu," tulis The Athletic.

Sementara itu, Presiden UEFA Aleksander Ceferin menolak rencana tersebut. Ia menilai hal ini dapat mengurangi daya saing dan mengubah dinamika sepak bola Eropa.

"Pada April lalu, Presiden UEFA Aleksander Ceferin menolak proposal itu dan menyebutnya ide yang buruk. Ia berkata rencana itu akan merusak turnamen dan persaingan kualifikasi di Eropa," sebut The Athletic.

Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait