Fadli Zon Rilis Ulang Antologi Puisi, Siapkan Diplomasi Budaya Chairil Anwar ke Rusia
Qaplo.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon merilis ulang buku antologi puisinya, Mimpi-Mimpi yang Kupelihara , bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-55 pada 1 Juni 2026. Buku tersebut pertama kali diterbitkan pada 2010 dan memuat
Qaplo.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon merilis ulang buku antologi puisinya, Mimpi-Mimpi yang Kupelihara , bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-55 pada 1 Juni 2026. Buku tersebut pertama kali diterbitkan pada 2010 dan memuat kumpulan puisi yang ditulis Fadli dalam rentang 1983 hingga 1991. Penerbitan ulang ini menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan perjalanan kreatif Fadli Zon pada masa muda. Puisi-puisi dalam buku tersebut ditulis sejak ia masih anak-anak, remaja, hingga memasuki masa awal sebagai mahasiswa. Antologi itu juga diterbitkan dalam versi bahasa Inggris berjudul Dreams I Keep: A Collection of Poems, 1983–1991 . Kehadiran versi internasional tersebut ditujukan agar karya itu dapat menjangkau pembaca yang lebih luas. Penerbitan ulang buku ini dilakukan melalui kolaborasi majalah sastra Horison dan Fadli Zon Library. Selain menjadi catatan pribadi penulisnya, buku tersebut juga ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, yakni penguatan literasi dan ekosistem sastra Indonesia. Puisi sebagai Rekaman Masa Muda Isi Mimpi-Mimpi yang Kupelihara menggambarkan perjalanan batin dan pemikiran Fadli Zon pada masa pembentukan dirinya. Tema yang muncul cukup beragam, mulai dari kenangan masa kecil, alam, kegelisahan sosial, hingga refleksi tentang harapan. Buku ini memberi ruang bagi pembaca untuk melihat sisi kepenulisan Fadli Zon sebelum ia lebih dikenal dalam dunia politik dan pemerintahan. Dari kumpulan puisi itu, pembaca dapat menangkap bagaimana pengalaman personal, lingkungan, dan perubahan usia memengaruhi cara pandang seorang penulis muda. Dalam keterangan pers Kementerian Kebudayaan, Fadli menyebut puisi sebagai medium yang mampu merekam pengalaman batin secara lebih manusiawi. Menurut dia, puisi dapat menyampaikan harapan, kegelisahan, dan