Breaking
Memuat breaking news...

Ekonomi Kreatif Indonesia Makin Berkembang, Investasi Capai Rp183 Triliun

Qaplo
Qaplo
Rabu, 15 Juli 2026 - 3.35 PM WIB
Ekonomi Kreatif Indonesia Makin Berkembang, Investasi Capai Rp183 Triliun
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA - Investasi ekonomi kreatif Indonesia tumbuh 32,23 persen menjadi Rp183,01 triliun pada tahun lalu, menegaskan besarnya potensi sektor ini sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, mengatakan pada Selasa bahwa investasi tersebut didominasi oleh subsektor aplikasi digital dengan nilai mencapai Rp54,18 triliun.

Sementara itu, investasi pada subsektor kriya tercatat sebesar Rp35,47 triliun, disusul oleh fesyen sebesar Rp34,15 triliun, kuliner sebesar Rp29,57 triliun, serta periklanan sebesar Rp6,64 triliun.

"Ke depan, tantangan utama kita adalah mendistribusikan investasi ini ke berbagai daerah melalui penguatan ekosistem, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perlindungan kekayaan intelektual, serta perluasan akses pembiayaan," ujar Ruhati.

Ia menuturkan bahwa kinerja investasi yang kuat tersebut sejalan dengan semakin diterimanya produk-produk kreatif Indonesia, seperti fesyen, kriya, dan kuliner, di pasar global.

Menurutnya, nilai ekspor produk fesyen mencapai US$16,3 juta, sementara kriya mencatat nilai ekspor sebesar US$12 juta.

Sektor ekonomi kreatif juga memberikan kontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda, sehingga menjadi sektor strategis untuk menjawab tantangan penciptaan lapangan kerja di tingkat nasional.

"Peluang kerja ini akan menghasilkan produk bernilai tambah yang lebih tinggi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ruhati.

Untuk semakin memperkuat peran sektor ini sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru, Kementerian Ekonomi Kreatif menerapkan pendekatan Hexahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, lembaga keuangan, dan media.

Kolaborasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperluas perlindungan kekayaan intelektual, menyederhanakan proses valuasi, memperluas akses pasar, serta mengevaluasi dampak ekonomi sektor ekonomi kreatif.

"Indonesia tidak kekurangan ide, talenta, maupun kreativitas. Yang perlu kita bangun bersama adalah sistem yang mampu mengubah kreativitas tersebut menjadi kekuatan ekonomi nasional," tegas Dessy.

Ke depan, Kementerian menargetkan investasi sektor ekonomi kreatif mencapai Rp133,74 triliun hingga Rp157,65 triliun guna semakin mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027.

Selain itu, pada tahun depan pemerintah juga menargetkan sektor ekonomi kreatif mampu mencatat pertumbuhan PDB sebesar 5,8 persen, pertumbuhan ekspor 5,5 persen, nilai ekspor mencapai US$29,39 miliar, penyerapan tenaga kerja sebanyak 26,58 juta orang, serta pertumbuhan investasi di kisaran 6,2 hingga 7,6 persen.

sumber: antara

Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait