Breaking
Memuat breaking news...

DK PBB Mulai Seleksi Sekjen Baru, Tiga Kandidat Sampaikan Visi di Hadapan Dewan Keamanan

Qaplo
Qaplo
Sabtu, 11 Juli 2026 - 6.11 AM WIB
DK PBB Mulai Seleksi Sekjen Baru, Tiga Kandidat Sampaikan Visi di Hadapan Dewan Keamanan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Washington - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mulai menjalankan salah satu tahapan penting dalam proses pemilihan Sekretaris Jenderal PBB periode berikutnya. Hingga pekan ini, tiga kandidat telah mengikuti dialog informal untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka, sementara satu kandidat lainnya dijadwalkan menjalani proses serupa pada akhir Juli.

Dialog tersebut merupakan bagian dari mekanisme resmi sebelum Dewan Keamanan menentukan nama yang akan direkomendasikan kepada Majelis Umum PBB. Sekretaris Jenderal yang terpilih nantinya akan menggantikan Antonio Guterres, yang masa jabatannya berakhir pada 31 Desember 2026.

Presiden Dewan Keamanan PBB untuk Juli 2026 sekaligus Perwakilan Tetap Republik Demokratik Kongo untuk PBB, Zenon Ngay Mukongo, mengatakan forum dialog telah digelar bersama tiga kandidat.

Ketiganya adalah mantan Presiden Senegal Macky Sall yang dicalonkan Burundi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi yang diusung Argentina, serta mantan Menteri Luar Negeri Guyana Carolyn Rodrigues-Birkett yang dinominasikan Guyana.

Menurut Mukongo, Macky Sall dan Rafael Grossi mengikuti dialog pada 7 Juli 2026, sedangkan Carolyn Rodrigues-Birkett menjalani sesi yang sama pada 9 Juli.

Dalam forum tersebut, masing-masing kandidat diberi kesempatan menjelaskan visi kepemimpinannya, pandangan mengenai masa depan PBB, serta strategi menghadapi berbagai tantangan global apabila dipercaya memimpin organisasi tersebut.

Usai penyampaian visi, anggota Dewan Keamanan mengajukan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan isu-isu internasional, mulai dari konflik geopolitik, krisis kemanusiaan, perubahan iklim, hingga efektivitas PBB dalam menjalankan mandatnya.

Mukongo mengatakan setiap anggota Dewan Keamanan menyampaikan satu atau dua pertanyaan untuk menggali lebih jauh pendekatan dan prioritas yang ditawarkan masing-masing kandidat.

Meski demikian, ia tidak mengungkapkan isi pembahasan secara rinci karena dialog berlangsung secara informal.

Proses seleksi belum sepenuhnya selesai. Mukongo menyebut masih ada satu kandidat yang belum mengikuti dialog, yakni Maria Fernanda Espinosa Garcés.

Menurut rencana, dialog dengan kandidat tersebut akan digelar pada 27 Juli 2026. Setelah seluruh rangkaian selesai, Dewan Keamanan akan melanjutkan proses seleksi sesuai ketentuan Pasal 97 Piagam PBB serta pedoman yang telah disepakati bersama Presiden Majelis Umum PBB dan Presiden Dewan Keamanan pada November 2025.

Berbeda dengan banyak jabatan internasional lainnya, Sekretaris Jenderal PBB tidak dipilih melalui pemungutan suara langsung oleh seluruh negara anggota.

Sesuai Pasal 97 Piagam PBB, Dewan Keamanan terlebih dahulu menyeleksi para kandidat dan menyepakati satu nama untuk direkomendasikan kepada Majelis Umum. Setelah itu, Majelis Umum menetapkan calon tersebut sebagai Sekretaris Jenderal PBB.

Karena itu, dialog informal menjadi tahapan penting untuk memberikan kesempatan kepada anggota Dewan Keamanan menilai secara langsung pengalaman, kepemimpinan, dan gagasan setiap kandidat sebelum proses seleksi memasuki tahap berikutnya.

Mukongo mengatakan Dewan Keamanan menargetkan rekomendasi dapat disampaikan tepat waktu agar Sekretaris Jenderal terpilih memiliki masa transisi yang cukup sebelum mulai menjabat pada 1 Januari 2027.

Pemilihan Sekretaris Jenderal PBB tidak hanya menentukan siapa yang akan memimpin organisasi internasional terbesar di dunia selama lima tahun ke depan, tetapi juga menentukan arah diplomasi PBB dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Sekretaris Jenderal mendatang akan dihadapkan pada beragam persoalan, mulai dari konflik bersenjata, ketegangan geopolitik, perubahan iklim, krisis kemanusiaan, hingga upaya memperkuat efektivitas lembaga multilateral di tengah dinamika politik internasional yang terus berkembang.

Karena itu, proses seleksi melalui Dewan Keamanan menjadi tahapan krusial untuk menilai kemampuan setiap kandidat dalam membangun konsensus, memimpin diplomasi internasional, dan menjaga kredibilitas PBB di mata negara-negara anggotanya.

sumber: anadolu

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait