Dewan FIFA menolak mengesahkan usulan perubahan regulasi disiplin yang akan melarang pembatalan skorsing otomatis satu laga akibat kartu merah. Keputusan itu diambil dalam rapat 37 anggota Dewan FIFA di Zurich, Swiss, Kamis (15/10/2026).

Usulan perubahan aturan tersebut semula digagas sebagai respons atas kontroversi pembatalan skorsing yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026 lalu.

Kartu merah yang memicu polemik

Balogun diganjar kartu merah langsung pada menit ke-64 dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia-Herzegovina pada 1 Juli. Ia diusir wasit setelah melanggar bek Bosnia-Herzegovina, Tarik Muharemovic.

Meski bermain dengan 10 orang, AS memenangi laga itu 2-0 dan melaju ke babak 16 besar. Sesuai aturan baku, Balogun seharusnya absen pada pertandingan berikutnya melawan Belgia.

Namun komite disiplin FIFA secara mengejutkan menganulir skorsing wajib tersebut. Pembatalan itu memicu kecurigaan adanya intervensi politik, terlebih Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengaku telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan ulang atas keputusan wasit.

Berkat pembatalan itu, Balogun tetap tampil pada laga 6 Juli. AS tersingkir setelah kalah 1-4 dari Belgia. Infantino sendiri menegaskan komite disiplin mengambil keputusan secara independen tanpa keterlibatannya.

Usulan "aturan Balogun" mentah

Menurut laporan ESPN, FIFA semula menyiapkan rancangan perubahan kode disiplin yang melarang komite menghentikan skorsing otomatis satu pertandingan akibat kartu merah. Rancangan itu sedianya dibawa ke meja rapat Dewan FIFA pada Kamis.

Akan tetapi usulan tersebut akhirnya tidak disahkan dewan. Wakil Presiden FIFA yang juga Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Debbie Hewitt, sebelumnya telah menyurati Infantino dan menuntut transparansi penuh dengan merilis seluruh dokumen terkait proses pengambilan keputusan kasus Balogun.

Dalam rapat yang sama, dewan juga mencecar Infantino soal rencana kontroversial penjualan saham bisnis komersial Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise. Rencana itu telah ditarik setelah menuai kritik keras. Infantino menyampaikan permintaan maaf, namun menolak menyerahkan dokumen-dokumen yang diminta anggota dewan.

Polemik ini bergulir menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027, di mana Infantino berpeluang maju untuk masa jabatan berikutnya.

Sumber: FIFA Ubah Aturan Kartu Merah Usai Pembatalan Sanksi Folarin Balogun Pemicu — Kompas.com