Bentrokan pecah antara polisi dan ratusan pengunjuk rasa di Brussel, Belgia, saat aksi protes kenaikan biaya hidup dan pemotongan dana pendidikan berubah ricuh. Polisi melaporkan sekitar 10 orang ditangkap, sejumlah kendaraan dan etalase toko rusak, serta layanan transportasi umum terganggu.

Kericuhan memanas di dekat stasiun kereta Brussel-Midi setelah para demonstran berarak melintasi pusat kota. Massa melempar botol, petasan, dan benda-benda lain ke arah petugas. Polisi membalas dengan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kerumunan.

Dalam insiden tersebut, tempat sampah dan skuter listrik dibakar, sebuah mobil dibalikkan, dan kantor sebuah partai politik dirusak. Sejumlah ruas jalan di pusat kota sempat ditutup dan perjalanan kereta terganggu.

Berminggu-minggu Protes Anggaran Pendidikan

Aksi ini merupakan kelanjutan dari protes yang telah berlangsung berminggu-minggu menentang pemotongan anggaran pendidikan berbahasa Prancis serta pengetatan anggaran pemerintah yang dinilai memberatkan masyarakat.

Sejak awal Oktober, para pelajar turun ke jalan menentang rencana penghematan 500 juta euro untuk sektor pendidikan hingga 2029. Serikat pekerja juga menentang program penghematan 10 miliar euro yang diusulkan pemerintahan Perdana Menteri Bart De Wever.

Menteri Dalam Negeri Kutuk Kekerasan

Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin mengutuk kekerasan yang terjadi selama aksi dan menyebut peristiwa itu bukan lagi sekadar unjuk rasa. Ia berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk memulihkan ketertiban.

Sumber: Kompas TV