Breaking
Memuat breaking news...

Debut Global Danantara: Rilis Obligasi USD 1,5 Miliar, Permintaan Membludak 3 Kali Lipat

Qaplo
Qaplo
Jumat, 12 Juni 2026 - 6.15 PM WIB
Debut Global Danantara: Rilis Obligasi USD 1,5 Miliar, Permintaan Membludak 3 Kali Lipat
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com - Lembaga pengelola investasi Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM), sukses mencatatkan debut manis di pasar keuangan internasional. DIM berhasil menerbitkan obligasi global perdana senilai USD 1,5 miliar atau setara sekitar Rp24 triliun di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Langkah perdana ini disambut antusias oleh para pemodal asing. Berdasarkan data transaksi, permintaan yang masuk (peak orderbook) menembus angka USD 4,6 miliar. Jumlah tersebut menunjukkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari tiga kali lipat dari target emisi yang ditetapkan.

Rincian Imbal Hasil Obligasi Danantara

Penerbitan surat utang global ini dibagi menjadi dua tenor atau jangka waktu jatuh tempo, masing-masing bernilai USD 750 juta:

  1. Tenor 5 Tahun: Ditawarkan dengan tingkat imbal hasil (yield) sebesar 5,35 persen.
  2. Tenor 10 Tahun: Ditawarkan dengan tingkat imbal hasil sebesar 5,95 persen.

Menariknya, selisih imbal hasil (spread) obligasi Danantara ini sangat tipis jika dibandingkan dengan kurva surat utang negara (SBN) Republik Indonesia. Untuk tenor 5 tahun, selisihnya hanya 32 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara. Sementara untuk tenor 10 tahun, selisihnya berada di angka 34 basis poin.

Selisih yang tipis ini menjadi indikator penting. Di pasar keuangan, semakin kecil spread obligasi korporasi atau lembaga negara terhadap obligasi pemerintah induknya, menunjukkan bahwa risiko investasi lembaga tersebut dinilai sangat rendah oleh pasar.

Kepercayaan Tinggi di Tengah Gejolak Global

Keberhasilan penetapan harga dengan selisih yang kompetitif ini tergolong luar biasa. Pasalnya, transaksi perdana ini dilakukan tanpa adanya rekam jejak penerbitan sebelumnya atau dukungan kurva imbal hasil yang sudah ada dari Danantara.

Pasar keuangan global saat ini sebenarnya sedang menghadapi tekanan berat, mulai dari ketegangan geopolitik hingga tren kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury). Namun, profil kredit dan tata kelola Danantara rupanya dinilai cukup solid oleh para pengelola dana internasional.

Adapun para pemodal yang menyerap obligasi ini didominasi oleh investor institusi berkualitas tinggi dari berbagai kawasan strategis, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika (EMEA), hingga Asia.

Dampak Bagi Pasar Keuangan Domestik

Masuknya dana segar senilai USD 1,5 miliar ini tidak hanya memperkuat posisi likuiditas Danantara, tetapi juga memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik. Kepercayaan investor global terhadap institusi baru ini diharapkan dapat menular pada peningkatan keyakinan investor dalam negeri terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Dengan tata kelola yang kuat dan hubungan erat dengan pemerintah selaku pemegang saham pengendali, Danantara kini memiliki modal rekam jejak yang solid untuk ekspansi pendanaan di masa depan.


Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait