Debut Global Danantara: Rilis Obligasi USD 1,5 Miliar, Permintaan Membludak 3 Kali Lipat
Danantara Investment Management (DIM) sukses menerbitkan obligasi global perdana senilai USD 1,5 miliar dengan permintaan membludak hingga 3 kali lipat.
Qaplo.com - Lembaga pengelola investasi Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM), sukses mencatatkan debut manis di pasar keuangan internasional. DIM berhasil menerbitkan obligasi global perdana senilai USD 1,5 miliar atau setara sekitar Rp24 triliun di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah perdana ini disambut antusias oleh para pemodal asing. Berdasarkan data transaksi, permintaan yang masuk (peak orderbook) menembus angka USD 4,6 miliar. Jumlah tersebut menunjukkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari tiga kali lipat dari target emisi yang ditetapkan. Rincian Imbal Hasil Obligasi Danantara Penerbitan surat utang global ini dibagi menjadi dua tenor atau jangka waktu jatuh tempo, masing-masing bernilai USD 750 juta: Tenor 5 Tahun: Ditawarkan dengan tingkat imbal hasil (yield) sebesar 5,35 persen. Tenor 10 Tahun: Ditawarkan dengan tingkat imbal hasil sebesar 5,95 persen. Menariknya, selisih imbal hasil (spread) obligasi Danantara ini sangat tipis jika dibandingkan dengan kurva surat utang negara (SBN) Republik Indonesia. Untuk tenor 5 tahun, selisihnya hanya 32 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara. Sementara untuk tenor 10 tahun, selisihnya berada di angka 34 basis poin. Selisih yang tipis ini menjadi indikator penting. Di pasar keuangan, semakin kecil spread obligasi korporasi atau lembaga negara terhadap obligasi pemerintah induknya, menunjukkan bahwa risiko investasi lembaga tersebut dinilai sangat rendah oleh pasar. Kepercayaan Tinggi di Tengah Gejolak Global Keberhasilan penetapan harga dengan selisih yang kompetitif ini tergolong luar biasa. Pasalnya, transaksi perdana ini dilakukan tanpa adanya rekam jejak penerbitan sebelumnya atau dukungan kurva imbal hasil yang sudah ada dari Danantara. Pasar