State Bank of India (SBI), bank terbesar di India, pada Rabu (21/10) melaporkan serangan siber yang mengakibatkan bocornya 3.897 data nasabah berisi informasi pribadi yang kemudian beredar di dark web.
Analisis awal menunjukkan data yang terpapar mencakup nama nasabah, nomor ponsel, tanggal lahir, alamat surel, alamat tempat tinggal, identitas merek dan nasabah, beserta catatan pinjaman. Pihak bank menyatakan telah menunjuk sebuah lembaga keamanan siber independen untuk melakukan penilaian menyeluruh serta menyelidiki sifat dan cakupan kebocoran data tersebut.
Tidak Berdampak pada Operasional
SBI menyebut kebocoran itu diperkirakan tidak berdampak material terhadap operasional bisnis inti, kinerja keuangan, maupun kelangsungan usaha bank. Namun, insiden ini terjadi di tengah perhatian regulator yang semakin ketat terhadap ketahanan siber sektor perbankan India.
Dalam beberapa tahun terakhir, regulator perbankan India mendorong para pemberi pinjaman untuk memperkuat kerangka kerja keamanan siber seiring meningkatnya ancaman yang menyasar lembaga keuangan di negara itu.
"Kami telah menunjuk lembaga keamanan siber independen untuk melakukan penilaian menyeluruh dan menyelidiki sifat serta cakupan kebocoran data."
Hingga berita ini diturunkan, pihak bank belum merinci bagaimana peretas mendapatkan akses ke data nasabah tersebut, maupun langkah mitigasi yang diberikan kepada nasabah yang terdampak.
Sumber: CNA


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda