DEPOK — Tugas akhir kuliah kerap dianggap sekadar syarat kelulusan. Namun bagi Samson Wahyudi, skripsi justru menjadi pintu masuk menuju dunia wirausaha teknologi.

Alumni Program Studi Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM) lulusan 2017 itu merancang sebuah sistem informasi sebagai tugas skripsinya. Alih-alih berhenti setelah wisuda, ia terus menyempurnakan sistem tersebut hingga berkembang menjadi bisnis jasa pengembangan teknologi informasi dengan jangkauan layanan hampir nasional.

Dari Kelas Karyawan hingga Bisnis Sendiri

Perjalanan Samson tidak mudah. Selama kuliah, ia mengambil kelas karyawan pada sore hingga malam hari sambil bekerja sebagai pelatih kebugaran pribadi pada siang harinya. Setiap hari ia menempuh perjalanan sekitar dua jam menuju kampus.

“Jadi tugas skripsi saya adalah bikin suatu sistem. Setelah selesai, tugas skripsi itu saya kembangkan sampai dengan sekarang,” ujar Samson.

Kini ia mengelola bisnis tersebut bersama tim beranggotakan tujuh orang. Tak berhenti di teknologi informasi, Samson juga merambah industri kebugaran serta perdagangan ekspor-impor.

Kunci: Kepercayaan Pelanggan

Dalam mengelola usaha, Samson menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan demi membangun kepercayaan pelanggan. Strategi itu terbukti ampuh: bisnisnya tumbuh pesat lewat rekomendasi dari mulut ke mulut, tanpa bergantung pada promosi media sosial.

Pencapaian Samson mendapat apresiasi dari pihak kampus. Andry Maulana, Kepala Kampus UNM Margonda, menyebut kisah tersebut sebagai bukti nyata bahwa karya akademis dapat memiliki nilai guna tinggi di industri.

“Kami mendorong mahasiswa agar tidak ragu mengeksplorasi ide bisnis dan memanfaatkan tugas perkuliahan sebagai pijakan karier masa depan,” kata Andry, Jumat (16/10/2026).

Kisah Samson menjadi pengingat bahwa ruang kelas dan skripsi bisa menjadi modal awal menuju kemandirian di era digital.

Sumber: Republika