Dari Sabang ke Andaman, Indonesia dan India Perluas Kerja Sama Ekonomi, Energi, dan TeknologiDari Sabang ke Andaman, Indonesia dan India Perluas Kerja Sama Ekonomi, Energi, dan Teknologi

JAKARTA - Indonesia dan India menyepakati perluasan kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari keuangan digital, perdagangan, energi, hingga konektivitas maritim. Kesepakatan tersebut diumumkan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin turut menyaksikan penandatanganan dan pengumuman 16 perjanjian serta nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan lembaga pemerintah dan sektor swasta dari kedua negara.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah percepatan pembahasan Cross-border QR Payment Linkage, yaitu sistem pembayaran lintas negara berbasis kode QR. Jika terealisasi, sistem ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi di Indonesia maupun India dengan cara yang lebih praktis melalui jaringan pembayaran yang saling terhubung.
Presiden Prabowo mengatakan sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan kedua negara.
Selain kerja sama pembayaran digital, Indonesia dan India juga mempercepat pembahasan Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia–India (Indonesia-India Preferential Trade Agreement). Kedua negara juga meninjau peluang penyempurnaan ASEAN-India Trade in Goods Agreement yang menjadi salah satu kerangka perdagangan barang antara India dan negara-negara ASEAN.
Sabang dan Andaman Jadi Fokus Konektivitas Maritim
Penguatan hubungan kedua negara tidak hanya menyasar sektor ekonomi dan keuangan. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan Pelabuhan Sabang di Aceh dan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nikobar, India.
Menurut Prabowo, kedua kawasan tersebut dapat menjadi penghubung strategis yang memperkuat arus perdagangan dan konektivitas maritim antara Indonesia dan India.
"Saya menyampaikan dukungan terhadap pengembangan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nikobar, serta pengembangan dan perluasan Pelabuhan Sabang di Aceh sebagai penghubung strategis antara Pulau Sabang dan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India," kata Prabowo.
Secara geografis, Sabang memiliki posisi penting karena berada di dekat pintu masuk utara Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Sebagian besar perdagangan internasional dan distribusi energi global melintasi kawasan tersebut setiap tahun.
Sabang berjarak sekitar 700 kilometer dari Kepulauan Andaman dan Nikobar serta sekitar 160 kilometer dari kawasan pengembangan Great Nicobar milik India. Kedekatan lokasi tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan konektivitas logistik dan perdagangan di kawasan Indo-Pasifik.
Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
Bagi masyarakat dan pelaku usaha, kerja sama pembayaran digital berpotensi memberikan kemudahan transaksi ketika melakukan aktivitas ekonomi di kedua negara. Wisatawan, pelajar, pekerja, maupun pelaku usaha dapat memperoleh alternatif pembayaran yang lebih efisien apabila sistem tersebut diterapkan secara penuh.
Sementara itu, pengembangan konektivitas maritim dapat mendukung kelancaran arus barang dan memperkuat hubungan perdagangan. Bagi Aceh, pengembangan Pelabuhan Sabang berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi, menarik investasi, dan memperluas peluang usaha di sektor logistik maupun jasa pendukung pelabuhan.
Meski demikian, manfaat ekonomi tersebut masih bergantung pada proses implementasi dan tindak lanjut dari berbagai kesepakatan yang telah diumumkan.
Kerja Sama Meluas ke Energi dan Teknologi
Indonesia dan India juga sepakat memperkuat kolaborasi di sejumlah sektor strategis lain, termasuk energi, kesehatan, pendidikan, kebudayaan, pertanian, telekomunikasi, pertahanan, hingga eksplorasi antariksa.
Prabowo mendorong penguatan kerja sama dalam ketahanan energi melalui proyek energi surya, pengembangan teknologi nuklir, serta pertukaran teknologi antara kedua negara.
Ruang lingkup kerja sama yang semakin luas menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan India berkembang melampaui perdagangan dan mencakup berbagai bidang yang dinilai penting bagi pembangunan ekonomi dan peningkatan kapasitas teknologi kedua negara.
Meski sejumlah kesepakatan telah diumumkan, sebagian program masih memerlukan pembahasan teknis dan koordinasi lanjutan. Realisasi kerja sama tersebut akan menjadi penentu sejauh mana manfaat ekonomi, investasi, dan konektivitas dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia dan India dalam beberapa tahun mendatang.
sumber: antara
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda