Breaking
Memuat breaking news...

Danantara Optimistis Penguatan IHSG Jadi Bukti Kepercayaan Investor pada Fundamental Ekonomi RI

Qaplo
Qaplo
Minggu, 14 Juni 2026 - 2.43 PM WIB
Danantara Optimistis Penguatan IHSG Jadi Bukti Kepercayaan Investor pada Fundamental Ekonomi RI
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com (Jakarta) - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir dinilai menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional. Tren hijau ini mencerminkan tingginya kepercayaan para pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kokoh di tengah dinamika global.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan apresiasinya kepada para investor. Menurutnya, pergerakan positif di pasar modal merupakan bukti nyata bahwa kinerja perusahaan-perusahaan nasional, khususnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memiliki daya tarik jangka panjang yang solid.

Fundamental Kokoh di Sektor Strategis

"Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kita maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia," ujar Dony usai menghadiri acara Flag Off BTN Jakarta International Marathon di kawasan Monas, Jakarta.

Dony tidak menampik bahwa pergerakan pasar saham dalam jangka pendek sering kali dipengaruhi oleh berbagai sentimen dan isu temporer. Namun, ia meyakini bahwa pada akhirnya investor akan selalu kembali merujuk pada kinerja riil dan kekuatan fundamental, baik dari sisi emiten maupun kondisi makroekonomi negara.

Ia juga menegaskan bahwa BUMN di berbagai sektor strategis seperti perbankan, pertambangan, hingga infrastruktur saat ini berada dalam kondisi yang sehat dan berkinerja baik. Hal ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan nilai perusahaan (corporate value) secara berkelanjutan.

Normalisasi Aksi Korporasi dan Buyback Saham

Menanggapi adanya wacana atau aksi pembelian kembali saham (buyback) oleh sejumlah perusahaan pelat merah, Dony menilai hal tersebut sebagai langkah bisnis yang wajar. Menurutnya, buyback merupakan mekanisme pasar yang lumrah dilakukan jika harga saham di pasar dinilai belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.

"Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri," jelas Dony.

Sektor Riil dan Dorongan Industri Perumahan

Optimisme senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon L.P. Napitupulu. Ia menekankan bahwa kuatnya fundamental ekonomi makro harus diimbangi dengan pergerakan aktif di sektor riil, salah satunya industri perumahan yang memiliki dampak pengganda (multiplier effect) sangat besar bagi perekonomian.

Nixon menyatakan bahwa BTN berkomitmen untuk terus mendorong permintaan pasar terhadap hunian melalui berbagai inovasi pembiayaan, alih-alih hanya bersikap pasif menunggu momentum pasar membaik.

"Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah," kata Nixon.

Meskipun kondisi ekonomi global masih dinamis, BTN tetap optimistis dapat menjaga target pertumbuhan secara hati-hati (prudent). Langkah ini dilakukan melalui ekspansi kredit yang sehat serta pengelolaan kualitas aset yang ketat demi menjaga stabilitas keuangan perseroan.

Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait