Danantara Jalankan Ekspor Listrik ke Singapura, DPR Minta Pasokan Dalam Negeri Tetap Jadi PrioritasDanantara Jalankan Ekspor Listrik ke Singapura, DPR Minta Pasokan Dalam Negeri Tetap Jadi Prioritas

JAKARTA — Pemerintah mulai menyiapkan implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Di tengah peluang ekspor energi terbarukan yang dinilai menjanjikan, DPR mengingatkan agar kebutuhan listrik masyarakat dan industri di dalam negeri tetap menjadi prioritas.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno menilai Indonesia memiliki kesempatan memperluas pasar energi bersih ke kawasan. Namun ia menegaskan ekspor tidak boleh dilakukan jika berpotensi mengganggu pasokan listrik nasional.
"Jangan sampai ekspor mendahului kebutuhan dalam negeri. Kita harus memastikan kebutuhan listrik nasional terpenuhi terlebih dahulu, baru kemudian menggenjot ekspor," kata Eddy di Jakarta, Selasa.
Bagian dari Kesepakatan Indonesia-Singapura
Kerja sama perdagangan listrik lintas batas merupakan salah satu hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7).
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati 26 nota kesepahaman yang mencakup berbagai bidang kerja sama. Sebanyak 18 kesepakatan dilakukan antarpemerintah dan delapan lainnya melibatkan sektor bisnis.
Presiden Prabowo telah menunjuk Danantara untuk mengimplementasikan kerja sama perdagangan listrik lintas batas tersebut. Danantara merupakan badan investasi negara yang diberi tugas mengelola dan mengoptimalkan aset strategis nasional, termasuk proyek-proyek yang dinilai memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
Mengapa Singapura Membutuhkan Listrik dari Indonesia?
Singapura memiliki target meningkatkan penggunaan energi rendah emisi sebagai bagian dari agenda transisi energi. Namun keterbatasan wilayah membuat negara tersebut sulit mengembangkan pembangkit energi terbarukan dalam skala besar.
Karena itu, Singapura mencari sumber energi bersih dari negara tetangga. Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena memiliki sumber energi terbarukan yang beragam, mulai dari tenaga surya hingga panas bumi.
Jika terealisasi, kerja sama ini dapat memperluas pasar bagi proyek energi terbarukan yang sedang berkembang di berbagai wilayah Indonesia sekaligus mendorong investasi baru di sektor energi bersih.
DPR Minta Industri Nasional Ikut Menikmati Manfaat
Eddy juga meminta pemerintah memastikan proyek energi terbarukan yang mendukung ekspor tidak hanya menghasilkan pendapatan dari penjualan listrik.
Menurutnya, pembangunan pembangkit dan infrastruktur pendukung harus menjadi momentum untuk meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri, termasuk produksi komponen dan peralatan energi.
Dengan keterlibatan industri nasional yang lebih besar, manfaat ekonomi dari proyek tersebut dapat dirasakan lebih luas, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri hijau.
Harga Listrik Masih Dinegosiasikan
Meski kerja sama telah diumumkan, pemerintah Indonesia dan Singapura masih membahas harga listrik yang akan menjadi dasar transaksi ekspor.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih mencari formula yang memberikan manfaat seimbang bagi kedua negara.
"Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak," ujar Bahlil.
Menurutnya, hingga kini pembahasan masih berlangsung dan pemerintah belum mengumumkan nilai ekonomi maupun harga final listrik yang akan diekspor.
Kerja sama ini berpotensi membuka pasar baru bagi energi terbarukan Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi bersih kawasan.
Namun tantangan utamanya tetap sama, yakni memastikan ekspor listrik berjalan tanpa mengurangi keandalan pasokan bagi rumah tangga dan dunia usaha di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga dituntut memastikan investasi yang masuk mampu menciptakan nilai tambah bagi industri nasional, bukan sekadar menjadikan Indonesia sebagai pemasok energi mentah bagi negara lain.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda