Breaking
Memuat breaking news...

Dan Harmon Buka Suara soal Spin-off Rick and Morty, President Curtis

Qaplo
Qaplo
Selasa, 28 Juli 2026 - 5.46 AM WIB
Dan Harmon Buka Suara soal Spin-off Rick and Morty, President Curtis
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Dan Harmon, kreator di balik serial animasi kultus Rick and Morty dan sitkom Community, buru-buru meluruskan kesan publik terhadap serial spin-off terbarunya, President Curtis. Meski tokoh utamanya adalah presiden Amerika Serikat fiktif yang wataknya menggabungkan unsur Barack Obama dan Donald Trump, Harmon menegaskan serial ini tidak dimaksudkan sebagai sindiran politik.

Dalam obrolan di Obsessed: The Podcast, Harmon menyindir bagaimana hampir semua hal di era sekarang bisa dianggap bermuatan politik, bahkan konten sesederhana unggahan tentang beruang kutub di media sosial. Baginya, kegelisahan publik untuk mengait-ngaitkan segala sesuatu dengan isu politik justru menunjukkan betapa "cair"-nya batas antara hiburan dan wacana sosial saat ini.

Awal Mula Karakter Curtis

Sosok yang kini menjadi Presiden Andre Curtis sebenarnya bukan wajah baru. Karakter ini pertama kali muncul dalam salah satu episode Rick and Morty pada 2015, semasa pemerintahan Obama masih berjalan. Wajahnya memang mengingatkan pada Obama, tetapi menurut ulasan Inverse terhadap episode final musim ketiga Rick and Morty, sikap dan gaya bicara karakter ini berubah menjadi lebih mirip Trump seiring waktu—sejalan dengan pergeseran politik Amerika di dunia nyata.

President Curtis, yang tayang perdana akhir pekan lalu di Adult Swim, mengikuti kisah Curtis dan jajaran pemerintahannya yang serba nyeleneh saat menghadapi berbagai krisis paranormal hingga ancaman antargalaksi. Variety menggambarkan serial ini sebagai perpaduan fiksi ilmiah kelas berat dengan humor kekanak-kanakan yang tetap tajam. Adegan pembuka serial pun langsung menegaskan nada satir absurd itu, dengan sang presiden mengumumkan dirinya baru saja "menumbangkan" karakter legenda rakyat Amerika, Paul Bunyan.

Alasan Menjauh dari Peristiwa Politik Nyata

Menurut Harmon, tim penulis President Curtis sengaja menghindari referensi ke tokoh atau peristiwa politik nyata secara spesifik. Pendekatan ini dipilih agar cerita tetap konsisten dengan garis waktu fiksi Rick and Morty yang sudah berjalan selama satu dekade, sekaligus mencegah reaksi berlebihan dari basis penggemar yang menurutnya sangat mudah tersulut perdebatan di media sosial.

Harmon juga punya alasan lain: ia berharap penggemar dari berbagai latar belakang politik, termasuk pendukung Trump, tetap bisa menikmati tontonan ini tanpa merasa digurui. Ia menilai penonton pada umumnya menonton televisi untuk melepas penat, bukan untuk disodori komentar politik yang eksplisit—apalagi di tengah situasi dunia yang menurutnya sudah cukup melelahkan secara emosional bagi banyak orang.

Bukan Ajakan Menafsirkan Secara Politis

Meski begitu, Harmon sadar interpretasi penonton tidak bisa ia kendalikan sepenuhnya. Ia menyebut, penonton yang terbiasa membaca segala sesuatu lewat kacamata politik kemungkinan besar tetap akan melihat President Curtis sebagai sindiran. Sebaliknya, bagi penonton yang menikmati serial ini apa adanya, President Curtis pada dasarnya adalah kisah komedi tentang seorang presiden di semesta paralel—tidak lebih.

  • Dan Harmon merilis spin-off baru Rick and Morty berjudul President Curtis di Adult Swim.

  • Tokoh utama, Presiden Andre Curtis, memadukan karakteristik Obama dan Trump, pertama muncul di episode Rick and Morty tahun 2015.

  • Harmon menegaskan serial ini bukan sindiran politik, meski mengakui tema presiden rawan ditafsirkan politis.

  • Tim penulis sengaja menghindari referensi peristiwa politik nyata demi menjaga konsistensi cerita dan menghindari kontroversi penggemar.

  • Harmon berharap serial ini tetap bisa dinikmati penonton lintas pandangan politik sebagai hiburan pelepas penat.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait