ChatGPT, Codex, dan API OpenAI Sempat Down Bersamaan Sabtu Kemarin, Ini KronologinyaChatGPT, Codex, dan API OpenAI Sempat Down Bersamaan Sabtu Kemarin, Ini Kronologinya

QAPLO - Layanan ChatGPT milik OpenAI kembali normal pada Sabtu, 25 Juli 2026, setelah sempat mengalami gangguan besar yang membuat pengguna di berbagai negara tidak bisa masuk akun atau memuat riwayat percakapan mereka. Gangguan ini dimulai sekitar pukul 05.00 waktu New York (16.00 WIB), dan turut menyeret dua layanan lain milik OpenAI, yaitu antarmuka pemrograman aplikasi (API) dan platform coding Codex.
Menariknya, ini bukan insiden pertama dalam pekan yang sama. Berdasarkan sejumlah pemberitaan teknologi internasional, gangguan Sabtu ini merupakan yang keempat kalinya melanda layanan OpenAI hanya dalam rentang empat hari terakhir.
Kronologi Singkat Gangguan
Di halaman status resminya, OpenAI awalnya menyebut tengah "mengalami masalah" dengan "tingkat error yang meningkat" pada ChatGPT, API, dan Codex. Perusahaan itu kemudian menyampaikan bahwa mitigasi sudah diterapkan dan pemulihan tengah dipantau. Tak lama berselang, menjelang tengah hari waktu setempat, OpenAI memperbarui status layanannya menjadi kembali beroperasi penuh.
Istilah "error rate" atau tingkat kesalahan yang dimaksud di sini merujuk pada persentase permintaan pengguna yang gagal diproses server, sehingga makin tinggi angkanya, makin banyak pengguna yang mengalami kegagalan saat mengirim pesan atau membuka riwayat obrolan.
Skala Dampak ke Pengguna
Tak lama setelah gangguan muncul, tagar pencarian "Is ChatGPT down?" ramai di Google, sementara lebih dari 3.000 pengguna melaporkan masalah lewat situs pemantau gangguan DownDetector. Dari seluruh laporan yang masuk terkait OpenAI, sekitar 79 persen menyebut soal ChatGPT, 9 persen soal aplikasi mobile-nya, dan 8 persen sisanya soal Codex.
Bagi pembaca awam, Codex sendiri adalah platform milik OpenAI yang dipakai pengembang untuk membantu menulis dan memperbaiki kode program dengan bantuan AI, sedangkan API adalah "pintu belakang" yang memungkinkan perusahaan lain memasang teknologi ChatGPT ke dalam produk mereka sendiri. Artinya, saat API ikut terganggu, dampaknya tidak berhenti di pengguna ChatGPT saja, melainkan menjalar ke berbagai aplikasi dan layanan pihak ketiga yang selama ini bergantung pada infrastruktur OpenAI.
Gangguan Sabtu ini menambah catatan panjang persoalan keandalan layanan OpenAI belakangan ini. Selain menjadi gangguan keempat dalam empat hari terakhir, riwayat status resmi OpenAI juga mencatat tingkat error yang meningkat pada API dan fitur Codex Review pada Kamis, serta pada ChatGPT dan fitur pembuatan gambar di API pada Rabu sebelumnya. ChatGPT sendiri sempat mengalami gangguan besar serupa pada 20 April dan 23 Juli, hanya dua hari sebelum insiden Sabtu ini.
Pola gangguan yang cukup sering ini disebut sudah berlangsung sejak musim gugur 2025, dengan total sekitar 166 insiden tercatat di halaman status OpenAI dalam kurun waktu sekitar sembilan bulan terakhir, atau rata-rata sekitar 18 insiden setiap bulannya. Waktu gangguan kali ini juga terbilang kurang menguntungkan bagi OpenAI, mengingat perusahaan baru saja menggabungkan ChatGPT, Codex, dan layanan API-nya ke dalam satu platform di bawah kendali Greg Brockman sejak Mei 2026, dengan tujuan awal justru memusatkan sumber daya teknik alih-alih membaginya ke berbagai tim terpisah.
Bagi pengguna individu, dampak gangguan semacam ini umumnya berhenti pada ketidaknyamanan sementara, seperti gagal mengirim pesan atau kehilangan akses ke riwayat percakapan selama gangguan berlangsung. Namun bagi bisnis yang sudah membangun produk di atas API OpenAI, setiap kali terjadi lonjakan error di layanan inti tersebut, dampaknya ikut terasa pada produk mereka sendiri, sehingga isu keandalan sistem OpenAI kini makin banyak disorot seiring makin banyaknya perusahaan yang menanamkan teknologi ini langsung ke dalam layanan mereka.
Hingga artikel ini disusun, OpenAI belum menjelaskan secara rinci penyebab teknis di balik gangguan Sabtu ini, maupun langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terus berulang dalam waktu dekat.
ChatGPT, API, dan Codex milik OpenAI mengalami gangguan bersamaan pada Sabtu, 25 Juli 2026, mulai sekitar pukul 05.00 waktu New York.
OpenAI menyatakan telah menerapkan mitigasi dan layanan kembali beroperasi penuh menjelang tengah hari waktu setempat.
Lebih dari 3.000 laporan masuk ke DownDetector, dengan mayoritas (79%) terkait ChatGPT, disusul aplikasi mobile dan Codex.
Ini merupakan gangguan keempat OpenAI dalam empat hari terakhir, bagian dari pola sekitar 166 insiden tercatat sejak musim gugur 2025.
Dampak meluas ke bisnis pihak ketiga yang membangun produknya di atas API OpenAI, tidak hanya pengguna ChatGPT biasa.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda