Manajer Manchester United Michael Carrick mengaku tidak memasang batas waktu kapan klubnya bisa kembali menjadi juara. Pernyataan ini disampaikan jelang laga tandang melawan Leeds United, Minggu (18/10).

Carrick menegaskan targetnya jelas, yakni membawa United kembali ke puncak secepat mungkin. Namun ia tidak ingin memberi tenggat kepada dirinya sendiri maupun timnya.

"Saya rasa tujuannya, di klub sepak bola ini, tujuannya selalu menang. Tidak ada batas waktu dari sudut pandang saya. Sesegera mungkin. Dan saya rasa kami paham kami masih menempuh langkah-langkah untuk sampai ke sana," kata Carrick.

Sikap Carrick ini berbeda dengan target yang dipatok chief executive United Omar Berrada. Berrada ingin United mengangkat trofi Premier League dalam dua musim ke depan, tepatnya pada 2028 — tahun peringatan 150 tahun klub. Program ambisius ini dikenal dengan nama Project 150.

Kondisi United jauh dari ideal

Fakta di lapangan memang belum bersahabat. United sudah tertinggal 12 poin dari puncak setelah enam pertandingan. Dari sembilan laga di semua ajang musim ini, Setan Merah hanya menang dua kali, dan tanpa kemenangan dalam empat laga terakhir Premier League.

Trofi liga terakhir United diraih pada musim 2012-13 — musim pamungkas Sir Alex Ferguson, ketika Carrick masih bermain. Sejak itu, United berganti tujuh manajer tanpa pernah benar-benar menantang gelar juara.

Kendati demikian, Carrick mengaku menikmati perjuangannya. "Ini pekerjaan terbaik yang bisa saya miliki," ujarnya. "Saya merasa mendapat kehormatan besar sekaligus tanggung jawab besar, tapi juga ada dorongan untuk membuat perubahan dan meraih kesuksesan di sini."

Laga berikutnya akan menjadi ujian berat: United bertandang ke Elland Road, markas Leeds United asuhan Daniel Farke yang hanya kalah enam kali dalam 31 laga liga terakhir. Carrick menolak anggapan bahwa jadwal ini datang di waktu yang salah.

"Saya tidak merasa ini pertandingan terakhir yang saya butuhkan saat ini. Saya justru sangat menantikannya," ucapnya.

Sumber: OneFootball