Bukan untuk Jadi Prajurit, Ini Tujuan Latsarmil bagi Calon Manajer Koperasi Merah PutihBukan untuk Jadi Prajurit, Ini Tujuan Latsarmil bagi Calon Manajer Koperasi Merah Putih

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan bahwa latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) bukan ditujukan untuk membentuk mereka menjadi prajurit. Program tersebut disebut lebih menitikberatkan pada pembinaan karakter, kepemimpinan, serta integritas dalam mengelola koperasi yang akan mengelola dana masyarakat.
Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Sabtu.
Menurut Ketut, calon manajer koperasi membutuhkan kemampuan kepemimpinan dan disiplin yang kuat karena nantinya bertanggung jawab mengelola aktivitas usaha dan perputaran dana koperasi di tingkat desa maupun kelurahan.
"Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Fokus pada Pembentukan Karakter
Kemhan menegaskan materi pelatihan lebih berorientasi pada penguatan mental dibandingkan kemampuan fisik.
Ketut mengatakan berbagai aktivitas yang bersifat semi-militer selama pelatihan dimaksudkan untuk melatih daya juang, kemampuan bekerja dalam tim, tanggung jawab, hingga keterampilan mengambil keputusan dalam situasi yang menantang.
Ia menepis anggapan bahwa peserta akan dipersiapkan sebagai personel militer.
"Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah," kata Ketut.
Dikaitkan dengan Ketahanan Ekonomi Nasional
Menurut Kemhan, penguatan kapasitas pengelola koperasi memiliki kaitan dengan upaya memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Ketut menjelaskan koperasi yang dikelola secara profesional diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam pandangan Kemhan, ketahanan ekonomi masyarakat merupakan salah satu unsur yang mendukung ketahanan nasional.
Karena itu, pembentukan karakter pengelola koperasi dinilai sama pentingnya dengan peningkatan kemampuan manajerial dan tata kelola usaha.
Kemhan Evaluasi Pelaksanaan Latsarmil
Dalam kesempatan yang sama, Kemhan juga menanggapi adanya peserta yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan latihan dasar militer.
Ketut memastikan kementerian akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program tersebut.
Selain mengevaluasi mekanisme pelaksanaan, Kemhan menyatakan akan menyesuaikan materi maupun intensitas pelatihan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan masing-masing peserta sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Namun, dalam keterangan yang disampaikan, Kemhan belum menjelaskan secara rinci penyebab meninggalnya peserta maupun hasil evaluasi yang sedang dilakukan.
Apa Itu Koperasi Merah Putih?
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih merupakan program pemerintah yang bertujuan memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengelolaan koperasi di tingkat desa, kelurahan, dan komunitas nelayan.
Pengelola koperasi diharapkan memiliki kemampuan manajemen, tata kelola keuangan, kepemimpinan, serta integritas agar mampu mengelola usaha secara profesional dan akuntabel.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda