Bukan Kali Pertama: Ratusan Siswa Berastagi Keracunan MBG, BGN Ancam Tutup Dapur Selamanya

Kamis siang (13/8/2026) berubah jadi hari yang menegangkan bagi keluarga di Berastagi, Kabupaten Karo. Ratusan siswa mendadak jatuh sakit setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka. Hingga sore hari, jumlah siswa terdampak tercatat mencapai 269 orang — sebagian dengan gejala yang tergolong berat. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Zulkarnain Barus, menyebut angka itu masih bisa berubah karena pendataan terus berjalan.
Kabar ini sampai ke telinga Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, saat ia tengah berada di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Responsnya cepat: BGN akan turun langsung mengecek apakah dapur penyedia sudah menjalankan aturan wajib mencantumkan batas waktu konsumsi di setiap wadah makanan alias ompreng. Aturan itu sendiri baru diberlakukan BGN belum lama ini, sebagai upaya mencegah kejadian serupa terulang.
Soal sanksi, Sudaryono tidak mau setengah-setengah. Dapur penyedia makanan langsung disuspend begitu ada laporan keracunan, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dicopot dari jabatannya, lalu investigasi baru dijalankan. Kalau nanti terbukti ada unsur kesengajaan di balik kejadian ini, hukumannya bisa lebih berat lagi — pemecatan kepala SPPG dan penutupan dapur secara permanen.
Di Senayan, kasus ini juga sampai ke telinga anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan. Wakil rakyat dari Dapil Sumut III itu meminta penyebab keracunan diusut sampai tuntas, apalagi kalau ternyata ada kelalaian yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. "Saya minta usut tuntas," tegasnya, seraya menambahkan bahwa masyarakat berhak mendapat penjelasan yang utuh soal apa yang sebenarnya terjadi.
Hinca juga mendesak pihak terkait untuk segera meminta maaf kepada para siswa yang menjadi korban, mengingat trauma yang dialami mereka dan keluarganya tidak bisa dianggap remeh.
Kasus Berastagi menambah panjang daftar insiden keracunan dalam program MBG yang belakangan terus jadi sorotan. Investigasi BGN akan menentukan apakah penyebabnya murni kesalahan teknis di dapur, atau ada faktor lain yang perlu dibenahi secara menyeluruh dalam rantai penyediaan makanan program ini.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda