Buka Pendaftaran YRA 2026, PPI Targetkan Lahirnya Peraih Nobel dari Indonesia

Perhimpunan Peneliti Indonesia (PPI) resmi membuka pendaftaran Young Researcher Award (YRA) 2026, sebuah program penghargaan yang bertujuan mencetak peneliti muda Indonesia agar mampu bersaing di kancah global — bahkan diharapkan suatu saat bisa mengantarkan Indonesia meraih Hadiah Nobel.

Peminat Terus Meningkat, Cakupan Peserta Diperluas

Ketua panitia penyelenggara YRA 2026, Nurmahmudi Ismail, menyebut program ini terus mendapat momentum positif dari tahun ke tahun, dengan jumlah pendaftar yang meningkat menjadi 115 orang pada 2025. Tahun ini, cakupan peserta yang bisa mendaftar YRA turut diperluas, tidak lagi hanya terbatas pada peneliti dan insinyur, melainkan juga membuka kesempatan bagi dosen perguruan tinggi.

Menurut Ismail, Kamis, keputusan ini diambil dengan harapan ketiga kelompok tersebut — dosen, peneliti, dan insinyur — bisa sama-sama menghasilkan output dan dampak yang optimal. Ia menambahkan, penilaian YRA kini tidak lagi sekadar melihat portofolio peserta, tetapi juga mempertimbangkan capaian nyata, mulai dari hasil riset, dampaknya di dunia nyata, hingga pengakuan dari para pengguna hasil ilmu pengetahuan tersebut.

Ismail menyebut YRA diharapkan pada akhirnya bisa melahirkan peraih Nobel pertama asal Indonesia, mengingat hingga kini belum ada satu pun warga negara Indonesia yang meraih penghargaan tersebut sejak pertama kali diberikan pada 1901.

Dukungan dari BRIN dan Kementerian

Sekretaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nur Tri Aries Suestiningtyas, mengapresiasi konsistensi PPI dalam menyelenggarakan YRA yang kini memasuki tahun kelima. Menurutnya, program ini sejalan dengan tema besar yang diusung, yakni "Bridging to the Nobel Prize", sekaligus selaras dengan program BRIN bertajuk "Goes to Nobel Prize".

Ia menekankan, fokus utama program ini sebenarnya bukan lagi semata soal memenangkan Hadiah Nobel, melainkan membangun ekosistem yang memungkinkan lahirnya karya-karya yang pada akhirnya bisa mewakili Indonesia di panggung dunia.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Heri Kuswanto, menyebut YRA sebagai insentif strategis untuk memotivasi peneliti muda berprestasi. Ia menjelaskan, kementerian saat ini mendorong riset yang berdampak nyata, dengan mewajibkan penelitian yang dibiayai dana publik untuk mampu memberikan solusi praktis bagi masyarakat. Menurutnya, YRA merupakan salah satu inisiatif yang ia nilai benar-benar menonjol dan patut diapresiasi.

Young Researcher Award PPI sendiri merupakan program penghargaan bergengsi yang mengakui peneliti muda Indonesia atas inovasi dan hasil riset mereka yang telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat.