Bom Bunuh Diri Guncang Aksi Anti-Militan di Lembah Swat Pakistan, 14 Orang Tewas

Sebuah aksi damai yang menuntut keamanan justru berujung petaka. Seorang pembom bunuh diri menyerang kerumunan demonstran yang tengah menggelar unjuk rasa anti-militan di Kabal, sebuah kota di Lembah Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan barat laut, Minggu (2/8/2026). Sedikitnya 14 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Kepala polisi distrik setempat, Omar Khan, mengatakan para demonstran sedang berkumpul di dekat sebuah kantor polisi sambil meneriakkan slogan-slogan menentang militan dan menuntut perdamaian, ketika ledakan itu terjadi. Menurut Aaj English TV, media lokal Pakistan, jumlah korban luka tercatat mencapai 25 orang.
Bilal Faizi, juru bicara layanan darurat Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan pelaku menyasar langsung kerumunan yang saat itu tengah meneriakkan yel-yel anti-militan. Omar Khan menambahkan, dari 14 korban tewas, sembilan di antaranya warga sipil dan lima lainnya anggota kepolisian.
Saksi mata menyebutkan, sebelum ledakan terjadi, sejumlah orator dalam aksi tersebut sempat menegaskan bahwa menjamin keamanan dan memberantas militan adalah tanggung jawab negara. Mereka juga menuding aparat lamban bertindak tegas terhadap kelompok militan, sembari menyuarakan keinginan warga untuk hidup tanpa rasa takut setelah bertahun-tahun dihantui kekerasan di kawasan itu.
Unjuk rasa semacam ini sebenarnya bukan yang pertama di Lembah Swat. Wilayah ini pernah menjadi basis militan Islam yang memberlakukan tafsir keras hukum syariah, sebelum akhirnya direbut kembali lewat operasi militer besar-besaran Pakistan pada 2007. Namun beberapa bulan terakhir, militan dilaporkan mulai muncul kembali, memicu kekhawatiran bahwa Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) tengah berupaya membangun kembali pengaruhnya di sana. Kekhawatiran itulah yang mendorong warga berulang kali turun ke jalan menggelar aksi anti-Taliban.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kelompok mana pun yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Meski begitu, kecurigaan besar kemungkinan akan mengarah ke TTP, kelompok yang terpisah namun beraliansi dengan penguasa Taliban di Afghanistan. Sejumlah pemimpin dan petempur TTP dilaporkan telah mendapat perlindungan di Afghanistan sejak Taliban kembali berkuasa di sana pada 2021.
Pakistan berulang kali menuding pemerintah Taliban Afghanistan melindungi militan TTP, tuduhan yang secara konsisten dibantah pihak Kabul. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Afghanistan terkait insiden di Kabal ini.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengecam keras pembomam tersebut. Dalam pernyataan terpisah, keduanya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta mendoakan kesembuhan bagi para korban luka. Zardari maupun Sharif juga menegaskan bahwa perang Pakistan melawan terorisme akan terus berlanjut hingga tuntas, dan Zardari secara khusus meminta penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap dalang di balik serangan.
Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi turut menyampaikan belasungkawa dan doa untuk kesembuhan korban. Kepala Menteri Khyber Pakhtunkhwa, Sohail Afridi, juga mengecam ledakan tersebut, meminta laporan lengkap soal kejadian, dan menegaskan pihak-pihak yang ingin mengacaukan perdamaian tidak akan dibiarkan berhasil. Keduanya, baik Zardari maupun Sharif, telah memerintahkan jajaran terkait untuk memastikan korban luka mendapat perawatan medis terbaik.
Serangan di Kabal ini terjadi di tengah lonjakan serangan militan yang belakangan kerap menyasar aparat kepolisian dan keamanan Pakistan. Jumat lalu, juru bicara militer Pakistan, Ahmad Sharif Chaudhry, mengungkapkan bahwa negaranya telah mencatat 3.145 "insiden terorisme" sejak Januari tahun ini. Menurutnya, sebanyak 2.084 militan tewas dalam periode yang sama, sementara 819 warga Pakistan — termasuk tentara, polisi, dan warga sipil — kehilangan nyawa.
Chaudhry turut menyebut bahwa militan yang berbasis di Afghanistan telah melancarkan 28 serangan bunuh diri di Pakistan sejak awal tahun, dengan mayoritas pelakunya diklaim berasal dari warga negara Afghanistan atau pihak yang terafiliasi dengan aparat keamanan Afghanistan. Ia juga menuding TTP dan kelompok militan lain beroperasi di dalam wilayah Pakistan dengan dukungan penguasa Taliban Afghanistan — klaim yang perlu dicatat sebagai pernyataan sepihak dari otoritas militer Pakistan, dan belum ada tanggapan resmi dari pihak Afghanistan atas klaim spesifik ini.
Serangan di Lembah Swat kali ini menjadi pengingat bahwa situasi keamanan di kawasan tersebut masih jauh dari stabil, sekalipun operasi militer besar hampir dua dekade lalu sempat berhasil mengusir militan dari wilayah itu. Bagi warga Kabal dan sekitarnya, aksi yang semula digelar untuk menuntut rasa aman itu justru berakhir menjadi lokasi tragedi baru.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda