BNNP Sumut Bongkar 3 Kasus Besar Sepekan: 8 Kg Sabu, 92 Kg Ganja, dan 261 Pod Vape Etomidate

BNN Provinsi Sumatera Utara membongkar tiga kasus besar dalam sepekan terakhir. Hasil Operasi Saber Bersinar 2026 itu, petugas menyita 8 kilogram sabu, 92 kilogram ganja, serta 261 pod vape berisi etomidate yang diproduksi secara rumahan.
Operasi ini sudah berjalan sejak Mei 2026. Intensitas penindakan ditingkatkan bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
"Pengungkapan ini menunjukkan komitmen BNN dalam memberantas peredaran narkotika di Sumatera Utara. Kami terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memutus jaringan narkotika," kata Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho saat rilis di Medan, Jumat (31/7). Ia didampingi Penyidik Ahli Madya BNNP Sumut Kombes Pol Fadris.
Sabu 8 kg dari Kota Bangun
Kasus pertama terungkap 27 Juli 2026. Informasi awal menyebut akan ada pengiriman sabu oleh tersangka berinisial JW.
Petugas menangkap JW dan menggeledah sepeda motor yang dipakai. Di dalam kantong biru, ditemukan dua bungkus sabu.
Dari pemeriksaan, JW mengaku masih menyimpan stok di rumahnya di kawasan Kota Bangun, Medan Deli. Tim kemudian menggeledah dua lokasi, di Jalan Sampul dan Jalan Perunggu. Total sabu yang disita dari kedua titik itu 8 kilogram, plus satu unit sepeda motor.
Kepada penyidik, JW mengaku barang itu milik RK yang kini masuk daftar pencarian orang. Upahnya dijanjikan Rp2 juta untuk setiap kilogram yang berhasil diedarkan.
Home industry pod vape etomidate
Kasus kedua jadi sorotan. Pada 30 Juli 2026, BNN membongkar peredaran pod vape berisi etomidate di Medan.
Berbekal informasi masyarakat, petugas menangkap tersangka T di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan Petisah. Dari mobil Honda Jazz miliknya ditemukan lima bungkus pod vape berisi etomidate.
Pengembangan mengarah ke Jalan Sentang, dua orang berinisial J dan A diamankan. Satu lagi, S, ditangkap di kawasan Laguna Kafe, Sekip. Saat ditangkap tidak ada barang bukti di tangan S, tapi ia mengaku sudah jadi kurir sekitar tiga bulan dengan upah Rp500 ribu tiap antar pesanan.
Penggeledahan berlanjut. Di rumah T di Sei Mencirim, Sunggal, ditemukan 172 bungkus pod vape yang disimpan di samping rumah. Di rumah J di Jalan Punak, Sekip, ada 80 bungkus lagi di lantai dua. Total yang dirilis BNNP Sumut dalam kasus ini 261 pod.
Menurut BNN, ini bukan sekadar jual-beli. Pelakunya memproduksi sendiri, memasarkan, bahkan mengantar langsung dengan sistem isi ulang atau refill. Home industry ini diperkirakan baru berjalan tiga bulan. Bahan baku liquid diduga dari Kamboja. Jaringannya masih dikembangkan hingga ke luar negeri.
BNN juga menyoroti tren vape sebagai media baru konsumsi narkotika. Karena bisa dipakai di mana saja dan diisi zat apa saja, termasuk etomidate yang sejatinya anestesi medis. Kepala BNN RI bahkan mengusulkan pembatasan hingga pelarangan vape untuk menekan penyalahgunaannya sebagai sarana peredaran narkotika.
Ganja 92 kg dari Gayo digagalkan di Sibolangit
Di hari yang sama, BNNP Sumut menggagalkan penyelundupan ganja asal Gayo, Aceh, tujuan Medan.
Petugas mendapat informasi intelijen soal kendaraan pengangkut. Mobil itu diidentifikasi di kawasan Sibolangit, Deliserdang.
Saat disergap, ditemukan tiga karung ganja seberat total 92 kilogram. Seorang tersangka berinisial J ditangkap di lokasi.
Pengembangan tidak berhenti. Calon penerima berinisial SS alias U diamankan di Durin Tonggal, Deliserdang. Rumah SS di kawasan River Valley digeledah, ditemukan tambahan ganja 7,2 gram.
Kedua tersangka kemudian dibawa ke Kantor BNNP Sumut untuk penyidikan lebih lanjut.
BNNP Sumut memastikan ketiga kasus masih akan dikembangkan. Buron seperti RK pemburu sabu masih dicari, termasuk menelusuri asal bahan baku etomidate yang diduga masuk dari luar negeri.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda