Breaking
Memuat breaking news...

Bidan Pesisir Langkat Taruh Nyawa Evakuasi Pasien Lewat Laut, Perahu Dihantam Ombak

Administrator
Administrator
Jumat, 31 Juli 2026 - 8.26 PM WIB
Bidan Pesisir Langkat Taruh Nyawa Evakuasi Pasien Lewat Laut, Perahu Dihantam Ombak
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Seorang bidan desa di pesisir Langkat jadi sorotan setelah mempertaruhkan nyawa untuk mengevakuasi pasien dalam kondisi darurat. Akses jalan darat yang rusak memaksanya lewat laut, di tengah cuaca ekstrem.

Bidan itu bernama Vera Leli Septiana Br Manulang, bertugas di Desa Pangkalansiata, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat. Kamis (30/7) petang sekitar pukul 17.00, ia harus merujuk warga Dusun IX, Desa Pangkalansiata, yang menderita sesak napas dan gula darah tinggi ke Rumah Sakit Bidadari di Langkat.

Jalan darat tidak memungkinkan. Satu-satunya opsi, jalur laut dengan perahu motor milik suaminya.

Ternyata tidak mulus

Perahu yang ditumpangi Vera bersama keluarga pasien dihantam cuaca buruk. Vera yang dihubungi Jumat (31/7) sore menceritakan detik-detik itu.

"Sore itu angin berhembus kencang disertai petir, hujan lebat dan menyusul ombak besar," katanya.

Ombak besar menghempas perahu hingga terdampar ke tepian pantai. Di titik itu, Vera dihadapkan pada pilihan sulit. Tetap bertahan di atas perahu yang terus diterjang ombak, atau kembali ke darat.

Ia memutuskan turun. Keluarga pasien diminta menggotong pasien bernama Romaida Br Saragih melewati lumpur tebal dan biota laut berkulit keras dan tajam untuk mencapai daratan.

Hubungi 110, bantuan tak kunjung datang

Dalam kondisi panik, Vera mencoba menghubungi aparat dan layanan darurat call centre 110. Perahu bantuan yang diharapkan tidak kunjung tiba.

Sinyal putus-putus. Kilat dan petir bersahutan. Ia terus mencoba menghubungi Kepala Puskesmas untuk meminta armada boat sesegera mungkin.

Upaya terakhir itu akhirnya direspon. Kepala Puskesmas mengirim armada perahu motor malam itu juga. Sekitar pukul 19.00, Romaida berhasil dievakuasi ke dermaga Pangkalan Susu.

Ambulans sudah standby di dermaga. Vera sebelumnya sudah menghubungi pihak rumah sakit untuk meminta ambulans gratis.

"Sebelumnya saya sudah menghubungi pihak rumah sakit untuk minta bantuan ambulance gratis, karena pasien yang mau dibawa adalah orang tidak mampu," kata Vera.

Vera mengaku sudah terbiasa membawa pasien rujukan dari desa pesisir itu, bahkan tengah malam sekalipun.

"Selama ini saya tidak pernah mengeluh meskipun harus membawa pasien pada tengah malam," ujarnya.

Kali ini dampaknya ke dirinya sendiri. Vera saat ini menjalani rawat inap akibat syok dan luka di bagian kaki saat proses evakuasi.

Jalan rusak jadi keluhan utama

Yang membuat Vera bersuara bukan soal lelahnya mengantar pasien. Tapi kondisi infrastruktur jalan darat di desanya yang sangat buruk, sehingga evakuasi gawat darurat selalu penuh risiko.

Ia meminta pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan jalan agar akses layanan kesehatan bisa dijangkau warga pesisir.

Peristiwa itu mendapat perhatian dari Ketua Anak Muda Pangkalan Susu, Raya Samosir. Ia menyebut kejadian ini tamparan keras bagi pemangku kebijakan.

Raya merasa miris, hampir 81 tahun Indonesia merdeka, masih ada tenaga kesehatan yang harus bertaruh nyawa karena infrastruktur buruk dan minimnya layanan kesehatan di daerah terpencil.

"Bagaimana mungkin masyarakat masih dipaksa menempuh jalur laut karena akses jalan darat tidak memadai?" ujarnya dengan nada kecewa.

"Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada bidan Vera Leli Septiana Manullang. Di saat banyak orang berbicara tentang pengabdian, beliau membuktikannya tindakan nyatanya meskipun harus bertarung nyawa," kata Raya.

AMPAS menyampaikan lima tuntutan. Di antaranya mendesak Pemkab Langkat segera membangun akses jalan di Pangkalansiata, meminta Pemprov Sumut mengevaluasi pelayanan kesehatan dan infrastruktur di wilayah pesisir Langkat, serta meminta pemerintah pusat melalui kementerian terkait memberi perhatian khusus ke desa-desa terpencil agar pelayanan dasar benar-benar dirasakan warga.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait