IHPB Agustus 2026 Kembali Inflasi, Harga Bahan Bangunan Jadi Sorotan

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) — indikator yang menggambarkan pergerakan harga di level perdagangan grosir — tercatat mengalami inflasi bulanan pada Agustus 2026. Kenaikan ini sekaligus membalikkan tren bulan sebelumnya yang justru mencatat deflasi.

Inflasi Bulanan Berbalik Arah dari Deflasi Juli

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IHPB secara bulanan (month to month/mtm) mencatat inflasi 0,5 persen, meningkat dibandingkan Juli yang justru mengalami deflasi 0,37 persen. Secara tahunan (year on year/yoy), IHPB tercatat inflasi 6,18 persen, sementara secara tahun kalender (year to date/ytd) inflasinya mencapai 5,08 persen.

Untuk inflasi bulanan Agustus 2026, andil terbesar disumbang oleh sektor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan andil inflasi 0,2 persen. Sektor ini sendiri mengalami inflasi 1,09 persen secara bulanan dan 5,89 persen secara tahunan.

Sementara itu, jika dilihat secara tahunan, andil inflasi IHPB terbesar justru datang dari kelompok barang lainnya yang dapat diangkut — di luar produk logam, mesin, dan perlengkapannya — dengan andil 2,21 persen. Kelompok ini mengalami inflasi bulanan 0,08 persen dan inflasi tahunan 8,15 persen.

Harga Bahan Bangunan Naik Signifikan

Dari sisi kelompok barang, IHPB kelompok bangunan atau konstruksi mencatat inflasi 0,41 persen secara bulanan, dan melonjak jauh lebih tinggi secara tahunan hingga 9,52 persen pada Agustus 2026.

Dikutip dari Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (1/9/2026), kenaikan tahunan sebesar 9,52 persen pada kelompok bangunan/konstruksi ini terutama didorong oleh naiknya harga sejumlah komoditas, seperti aspal, baja tulangan (besi beton), semen, pasir, dan batu pecahan.

Seluruh jenis bangunan tercatat mengalami kenaikan indeks pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, yakni sebesar 10,03 persen. Disusul kelompok bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan, dan pelabuhan yang naik 9,46 persen; kelompok bangunan serta instalasi listrik, gas, air minum, dan komunikasi naik 8,87 persen; kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian naik 8,43 persen; dan kelompok bangunan lainnya naik 7,52 persen.

Rincian Kenaikan Harga Material

Dari sisi bahan bangunan, sejumlah komoditas mencatat kenaikan harga tahunan (yoy) yang cukup tinggi pada Agustus 2026: aspal naik 27,13 persen, baja tulangan (besi beton) naik 12,60 persen, semen naik 7,42 persen, pasir naik 8,74 persen, dan batu pecahan naik 11,50 persen.

Sementara itu, jika dilihat secara bulanan (mtm), sejumlah bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga pada Agustus 2026 antara lain sirtu (pasir batu) naik 3,92 persen, semen naik 0,71 persen, baja tulangan (besi beton) naik 0,67 persen, batu pecahan naik 0,81 persen, dan sekrup naik 6,66 persen.