Breaking
Memuat breaking news...

Biang Kerok Listrik Jawa Padam Bergilir: Defisit Batu Bara hingga Gangguan Pembangkit Swasta

Qaplo
Qaplo
Minggu, 21 Juni 2026 - 10.25 AM WIB
Biang Kerok Listrik Jawa Padam Bergilir: Defisit Batu Bara hingga Gangguan Pembangkit Swasta
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Jawa baru-baru ini mengeluhkan pemadaman listrik secara bergilir. Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) akhirnya buka suara dan membeberkan dua penyebab utama gangguan pasokan setrum tersebut.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui adanya kendala pasokan batu bara kalori menengah (5.200 kcal/kg GAR) sepanjang Juni 2026. Menurut Bahlil, kualitas batu bara domestik yang semakin menurun menjadi salah satu tantangan utama yang kini tengah dicarikan solusinya oleh pemerintah.

Defisit Pasokan Batu Bara Capai 20 Juta Ton

Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik PLN sepanjang tahun ini mencapai 154 juta ton. Namun, kontrak yang sudah terealisasi baru menyentuh angka 134 juta ton. Artinya, masih ada kekurangan pasokan sekitar 18 hingga 20 juta ton yang harus segera dipenuhi.

Untuk mengatasi defisit ini, Kementerian ESDM telah membentuk tim pengadaan lintas sektor guna mempercepat pemenuhan pasokan. Meski ada hambatan, Bahlil optimistis pemadaman listrik susulan dapat dihindari. "Insyaallah tidak ada lagi pemadaman," ujarnya saat ditemui di Jakarta.

PLN Minta Maaf dan Percepat Distribusi ke PLTU

Secara terpisah, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat di Pulau Jawa atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir tersebut. Ia memastikan PLN bergerak cepat mengamankan pasokan batu bara jenis Medium Rank Coal (MRC) agar operasional pembangkit kembali normal.

Saat ini, pasokan batu bara kalori menengah tersebut dilaporkan mulai mengalir ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) strategis di Jawa. Di wilayah barat, pasokan diarahkan ke PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, serta PLTU Jawa 9 dan 10, dan PLTU Indramayu.

Sementara untuk wilayah timur, distribusi difokuskan pada PLTU Paiton 1, 2, dan 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, serta PLTU Tanjung Awar-Awar.

Gangguan Teknis di Dua Pembangkit Swasta

Selain kendala bahan baku, pemadaman bergilir juga dipicu oleh masalah teknis di sektor hulu kelistrikan. Darmawan mengungkapkan adanya gangguan operasional pada dua pembangkit listrik swasta besar (Independent Power Producer/IPP) di Jawa.

Kerusakan teknis tersebut memaksa kedua pembangkit keluar dari sistem kelistrikan interkoneksi Jawa-Bali secara mendadak. Kendati demikian, PLN terus berkoordinasi dengan pihak mitra swasta untuk mempercepat perbaikan fasilitas pembangkit yang terganggu agar stabilitas daya di Pulau Jawa segera pulih sepenuhnya.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait