JAKARTA — Seorang anggota Polri berpangkat Bharatu, Valdo, tewas dalam insiden penembakan yang melibatkan sesama anggota Polri di Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026).
Terduga pelaku adalah Bharada Andika Rahmadani. Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.40 WIB di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara. Keduanya diketahui sama-sama bertugas sebagai tenaga administrasi di bagian Pamperslog.
Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud kepada Kakorpolairud yang disampaikan melalui pengacara keluarga korban, dugaan motif peristiwa ini berkaitan dengan persoalan pribadi antara korban dan terduga pelaku. Andika disebut mengaku kerap merasa disalahkan dan mengalami perundungan oleh korban.
Andika juga disebut mengaku telah membawa senjata tajam jenis golok sejak 12 Oktober 2026 karena merasa takut secara berlebihan. Pada Jumat dini hari, ia berangkat dari rumah menuju markas, meletakkan tas di loker, lalu menuju pos penjagaan dan mengambil senjata api yang berada di lokasi itu.
Setelah mengambil senjata api, Andika menuju ruang pemadam kebakaran tempat Valdo beristirahat. Berdasarkan pengakuan awal terduga pelaku, ia menembakkan senjata api beberapa kali ke arah korban, lalu melukai leher korban dengan pisau. Usai kejadian, Andika menyerahkan diri ke Unit Provos Ditpoludara.
Penyidikan Masih Berjalan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan peristiwa penembakan tersebut, namun belum membeberkan kronologi dan motif kejadian secara terperinci. Ia menyebut terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Budi.
Sementara itu, pengacara keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, menduga kematian Valdo merupakan pembunuhan berencana dan meminta penyidik mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Jenazah Valdo diberangkatkan melalui Kupang sebelum diteruskan ke kampung halamannya di Larantuka, Flores Timur, NTT.
Sumber: Liputan6.com


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda