Breaking
Memuat breaking news...

Berburu Cuan dari Unggahan Donald Trump: Truth Social Tawarkan Akses Data Premium Rp1,7 Miliar

Qaplo
Qaplo
Senin, 20 Juli 2026 - 8.20 PM WIB
Berburu Cuan dari Unggahan Donald Trump: Truth Social Tawarkan Akses Data Premium Rp1,7 Miliar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA - Perusahaan media sosial milik Donald Trump, Trump Media & Technology Group (TMTG), dilaporkan tengah menjajaki bisnis baru yang kontroversial. TMTG menawarkan akses data premium super cepat terhadap pernyataan Donald Trump di platform Truth Social kepada para pelaku pasar di Wall Street. Nilai langganan layanan ini fantastis, mencapai US$100.000 atau sekitar Rp1,7 miar per bulan. Langkah komersialisasi informasi tokoh politik pengaruh ini langsung memicu gelombang kritik karena dinilai sarat konflik kepentingan.

Menurut sumber yang mengetahui jalannya negosiasi, TMTG bahkan memberikan opsi diskon bagi perusahaan investasi yang berkomitmen jangka panjang. Investor yang bersedia mengikat kontrak selama tiga tahun hanya dikenakan tarif US$60.000 atau setara Rp1,07 miliar per bulan. Manajemen TMTG sendiri telah mengonfirmasi kehadiran layanan berbayar bernama Truth API ini pada Kamis (16/7), meski mereka belum merilis daftar harga resminya ke publik. Layanan ini dijadwalkan meluncur secara bertahap mulai 1 Agustus mendatang.

Basi perusahaan perdagangan berfrekuensi tinggi (high-frequency trading), kecepatan informasi adalah segalanya. Selisih waktu dalam hitungan milidetik bisa menentukan keuntungan atau kerugian hingga ratusan ribu dolar AS. Unggahan Donald Trump terbukti kerap menggoyang pasar finansial secara instan karena pengaruh politiknya yang besar.

Sebagai contoh, pada 9 April 2025, indeks saham di Wall Street langsung melonjak tajam sesaat setelah Trump mengumumkan penundaan tarif baru selama 90 hari melalui akun Truth Social miliknya. Melalui Truth API, pelanggan premium akan mendapatkan pasokan data riil selama 24 jam penuh dari 10 akun paling berpengaruh, termasuk arsip unggahan sejak tahun 2022. Selain Trump, akun-akun tersebut meliputi Donald Trump Jr., Eric Trump, serta komentator politik Dan Bongino dan Sean Hannity.

Rencana komersialisasi ini langsung memantik reaksi keras dari kubu oposisi dan pengamat etika pemerintahan di Amerika Serikat. Skema bisnis ini dianggap memanfaatkan pengaruh politik demi keuntungan finansial pribadi keluarga Trump dan korporasi besar.

Senator dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren, mengecam keras langkah TMTG yang dinilai mencederai rasa keadilan publik. "Ini adalah skema keterlaluan untuk mengambil keuntungan dari jabatan presiden dan memperkaya Wall Street, tanpa melakukan apa pun untuk membantu rakyat Amerika," tegas Warren sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (20/7/2026). Senator Ron Wyden juga menyuarakan kekhawatiran serupa mengenai potensi ketimpangan akses informasi yang sengaja diciptakan demi uang.

Pandangan kritis juga datang dari Donald Sherman, Presiden Citizens for Responsibility and Ethics in Washington (CREW). Sherman menyebut komersialisasi ini "sakat etis" karena seorang tokoh publik sekaligus penggerak pasar utama menjual prioritas akses informasinya kepada pihak luar.

Kendati demikian, Sherman mengakui bahwa regulator atau Kongres AS belum memiliki payung hukum yang spesifik untuk menjerat model bisnis seperti ini. Kasus komersialisasi kecepatan data oleh tokoh politik papan atas belum pernah terjadi dalam sejarah pasar modal Amerika Serikat. Bagi TMTG sendiri, peluncuran Truth API menjadi strategi perdana mereka untuk masuk ke bisnis lisensi data demi mengamankan pendapatan baru di tengah persaingan ketat dengan raksasa media sosial global lainnya.

Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait