Breaking
Memuat breaking news...

Bentrokan Geng Motor di Patumbak Berujung Maut, Korban Remaja Ditemukan Tewas di Parit

Qaplo
Qaplo
Rabu, 24 Juni 2026 - 7.32 PM WIB
Bentrokan Geng Motor di Patumbak Berujung Maut, Korban Remaja Ditemukan Tewas di Parit
ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN – Bentrokan antar kelompok geng motor yang terjadi di Jalan Setia, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, berujung tragis. Seorang remaja berinisial MN (15) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan dalam tawuran yang melibatkan ratusan anggota geng motor pada Senin (22/6/2026) dini hari.

Korban yang merupakan warga Jalan Padang, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, ditemukan dalam kondisi terluka parah dan tergeletak di dalam parit. Jasadnya kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, aparat gabungan dari Tim Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Enam Orang Diamankan Polisi

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengatakan enam orang yang diamankan masing-masing berinisial RY (19), GR (21), IL (18), RDS (18), MOHH (17), dan FT (17).

Menurut Adrian, penangkapan dilakukan secara bertahap pada hari yang sama setelah petugas mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan di lapangan.

"Jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara sembari petugas melakukan penyelidikan mengejar para pelaku bentrokan," ujar Adrian saat memberikan keterangan di Polrestabes Medan, Selasa (23/6/2026).

Kronologi Penangkapan

Polisi menjelaskan, dua orang yang diduga terlibat, yakni RDS dan FT, lebih dahulu diamankan saat berada di kawasan Patumbak. Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya mengaku ikut melakukan pelemparan batu ke arah korban.

Pengembangan kemudian dilakukan hingga petugas menangkap MOHH di kawasan Jalan Jati II. Berdasarkan keterangan kepolisian, MOHH diduga ikut melakukan pelemparan saat bentrokan berlangsung.

Tidak lama berselang, polisi juga mengamankan RY dan GR di kawasan Medan Petisah. Sementara seorang terduga pelaku lainnya, IL, ditangkap di Jalan Mistar Gang Johar.

Penyidik masih terus mendalami peran masing-masing pihak serta mengumpulkan alat bukti tambahan untuk memperkuat proses hukum.

Polisi Ungkap Kronologi Bentrokan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, bentrokan diduga berawal dari kesepakatan sejumlah kelompok geng motor untuk bertemu di kawasan Jalan Setia.

Kasat Reskrim menyebut kelompok yang terlibat berasal dari beberapa geng motor yang kemudian bergerak secara konvoi menuju lokasi dan terlibat bentrokan dengan kelompok lain.

Dalam insiden tersebut, korban MN disebut tertinggal dari rombongannya ketika kelompoknya berusaha menyelamatkan diri.

Menurut keterangan kepolisian, korban kemudian diduga mengalami kekerasan secara bersama-sama hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Meski demikian, seluruh rangkaian peristiwa dan peran masing-masing pihak masih menjadi bagian dari proses penyidikan yang dilakukan penyidik Polrestabes Medan.

Barang Bukti yang Diamankan

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa bentrokan tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit sepeda motor, enam unit telepon genggam, dua buah kayu, dua buah busur panah, serta tiga potong kayu balok.

Barang-barang tersebut saat ini masih diperiksa untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Tawuran Geng Motor Jadi Perhatian Serius

Kasus tawuran yang melibatkan remaja dan kelompok geng motor kembali menjadi perhatian aparat penegak hukum di Kota Medan dan sekitarnya. Selain menimbulkan korban jiwa, aksi kekerasan seperti ini juga dinilai mengancam keamanan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Kepolisian mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari, serta mendorong remaja untuk menjauhi kelompok yang mengarah pada tindakan kekerasan dan pelanggaran hukum.

Penyidik hingga kini masih terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam bentrokan maut tersebut.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait