MEDAN — Belasan massa yang tergabung dalam Garda Harapan-Sumut menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Selasa (20/10/2026). Mereka mendesak verifikasi transparan atas dugaan pemalsuan dan/atau penggunaan ijazah Sarjana Hukum oleh JT, oknum anggota DPRD Sumut.
Aksi yang dipimpin koordinator Fikri Aulia itu menyampaikan tujuh tuntutan yang seluruhnya berkaitan dengan kejelasan dokumen pendidikan JT. Massa meminta seluruh pihak terkait membuka proses verifikasi agar persoalan tersebut mendapat kepastian hukum.
Tuntut proses transparan
Dalam pernyataan sikapnya, Garda Harapan-Sumut mendesak aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan atau informasi yang memenuhi unsur dugaan tindak pidana secara profesional, independen, dan transparan.
Massa juga meminta DPRD Sumut tidak bersikap pasif serta mendesak partai politik terkait memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Mereka menuntut hasil pemeriksaan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.
"Verifikasi dokumen pendidikan pejabat publik perlu dilakukan secara transparan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perwakilan rakyat," tegas Fikri Aulia dalam orasinya.
Terbukti atau tidak, umumkan
Massa meminta, apabila ditemukan pelanggaran, penegakan hukum dan sanksi administratif dijalankan sesuai ketentuan. Sebaliknya, jika dugaan tersebut tidak terbukti, hasil pemeriksaan juga harus disampaikan secara terbuka agar tidak memicu spekulasi.
Aksi diterima oleh Humas DPRD Sumut, M Sofyan, yang berjanji meneruskan aspirasi massa kepada pimpinan dewan. Unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan personel kepolisian. Setelah menyampaikan orasi dan menyerahkan dokumen tuntutan, massa membubarkan diri.
Hingga aksi berakhir, belum diperoleh keterangan mengenai hasil verifikasi maupun tanggapan JT dan pihak terkait atas tuntutan tersebut.
Sumber: Indeks Waspada


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda