Beda Negara, Beda Ketakutan: Survei YouGov Ungkap Persepsi Ancaman Perdamaian Dunia Tak Punya Konsensus Global

Siapa ancaman terbesar bagi perdamaian dunia? Jawabannya ternyata sangat bergantung pada di negara mana pertanyaan itu diajukan. Survei internasional YouGov yang digelar 17 Juni–1 Juli 2026 terhadap 14.725 responden di tujuh negara menunjukkan, persepsi publik soal ancaman geopolitik dibentuk kuat oleh posisi geografis dan pengalaman konflik masing-masing negara — bukan oleh satu narasi tunggal yang disepakati bersama.
Eropa Kompak Menunjuk Rusia
Di kawasan Eropa, hasilnya cukup seragam: Rusia menjadi negara yang paling banyak dipandang mengancam perdamaian dunia. Polandia mencatat angka tertinggi di antara seluruh negara yang disurvei, dengan 59% responden menempatkan Rusia di posisi teratas. Jerman menyusul dengan 42%, Inggris 39%, dan Prancis 33%.
Pola ini tidak mengejutkan. Kedekatan geografis Eropa dengan Rusia, ditambah rentetan aksi yang memicu ketegangan — termasuk perang Rusia-Ukraina — membuat sejumlah analisis keamanan kawasan tetap menempatkan Rusia sebagai tantangan utama bagi arsitektur keamanan Eropa.
Amerika Serikat Punya Peta Ancaman Berbeda
Uniknya, warga Amerika Serikat justru tidak menempatkan Rusia di urutan pertama. Iran berada di posisi teratas dengan 21% suara responden, disusul Rusia 16%, lalu China 14%. Menariknya, data yang sama juga mencatat angka 15% untuk kategori "AS" sendiri dalam daftar tersebut — meski bahan yang tersedia tidak menjelaskan lebih lanjut konteks angka ini, apakah merujuk pada persepsi soal peran AS sendiri dalam ketegangan global atau kategori lain yang tidak dirinci dalam berita asli.
Posisi Iran sebagai ancaman utama versi warga AS sejalan dengan sejarah panjang ketegangan kedua negara, yang memuncak menjadi perang pada akhir Februari 2026. Sementara itu, gesekan AS dengan China lebih banyak dipicu oleh perang dagang dan perebutan pengaruh ekonomi global — bukan konfrontasi militer langsung.
Israel: Ancaman yang "Merata" tapi Tak Dominan
Berbeda dari Rusia yang begitu menonjol di Eropa, persepsi terhadap Israel justru terlihat lebih rata di berbagai negara, berkisar antara 9% hingga 14% di seluruh negara yang disurvei. Di AS sendiri, misalnya, Israel dipilih 11% responden — masih di bawah Iran, Rusia, dan China.
Angka yang stabil namun tidak dominan ini menunjukkan Israel tetap berada dalam radar kekhawatiran global, terutama karena keterlibatannya yang panjang dalam konflik Timur Tengah bersama Iran, Palestina, dan Irak. Tapi ia belum menjadi negara yang paling banyak dianggap mengancam perdamaian dunia di negara mana pun yang disurvei.
Tidak Ada Satu Jawaban Global
Yang bisa ditarik dari data ini: persepsi ancaman geopolitik bukan sekadar cerminan siapa yang sedang terlibat konflik aktif, melainkan juga bagaimana masyarakat suatu negara memandang posisi negaranya sendiri di tengah kekuatan-kekuatan besar dunia. Kedekatan geografis, pengalaman langsung terhadap konflik, dan hubungan politik antarnegara sama-sama membentuk cara publik menilai risiko.
Catatan editorial: Ada satu bagian data dalam bahan asli yang perlu dicermati — penyebutan angka "AS 15%" dalam daftar peringkat ancaman versi responden AS terasa janggal, sebab konteksnya tidak dijelaskan (apakah ini persepsi warga AS terhadap negaranya sendiri, atau kategori lain). Saya mempertahankan angka ini apa adanya sesuai bahan yang diberikan, tanpa menambahkan interpretasi, karena informasi pendukungnya belum tersedia.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda