Diduga Manipulasi Nilai Ujian, 3.868 Pejabat Daerah Thailand Dipecat Massal

Departemen Administrasi Lokal Thailand resmi memecat 3.868 pejabat di seluruh negeri pada Senin, menyusul dugaan manipulasi hasil ujian rekrutmen yang mereka ikuti pada akhir tahun lalu.

Keputusan Komite Pengawas 76 Provinsi

Mengutip Bangkok Post, Selasa (1/9/2026), Wakil Sekretaris Tetap Kementerian Dalam Negeri sekaligus Penjabat Direktur Jenderal Departemen Administrasi Lokal, Nirat Pongsitthaworn, menjelaskan bahwa keputusan pemecatan ini diambil oleh komite yang mengawasi pejabat administrasi lokal di 76 provinsi Thailand.

Ke-3.868 pejabat yang dipecat tersebut merupakan bagian dari 5.925 orang yang mengikuti ujian masuk pemerintah daerah akhir tahun lalu. Nilai ujian mereka diduga diubah agar bisa lolos bekerja di kantor-kantor administrasi lokal secara nasional.

Pongsitthaworn memastikan bahwa mereka yang dipecat adalah para peserta yang sudah berhasil direkrut dan mulai bekerja, sementara sisanya belum sempat menjalani proses rekrutmen.

Ia juga mengakui sekitar 140 dari pejabat yang dipecat tersebut sebenarnya sudah lebih dulu mengundurkan diri. Meski begitu, Pongsitthaworn menegaskan pengunduran diri mereka tidak akan menghentikan proses hukum yang tetap akan berjalan. Menurutnya, posisi para pejabat yang dipecat nantinya akan diisi oleh kandidat cadangan mulai Oktober mendatang.

Jaringan Suap di Balik Manipulasi Nilai

Pemecatan massal ini merupakan buntut dari penyelidikan mendalam yang berhasil mengungkap jaringan pejabat yang diduga korup. Jaringan ini disebut meminta suap dengan total mencapai miliaran baht dari para kandidat, sebagai imbalan untuk memanipulasi hasil ujian mereka agar mendapatkan posisi yang diinginkan di Departemen Administrasi Lokal.

Uang pelicin yang diminta dilaporkan bervariasi antara 350.000 baht (sekitar Rp187 juta) hingga 800.000 baht (sekitar Rp427 juta) untuk setiap pelamar, tergantung level posisi yang diincar. Sebagai gambaran skala kasus ini, sekitar 480.000 orang tercatat mengikuti ujian rekrutmen tersebut secara keseluruhan.

Catatan: Dugaan manipulasi nilai ujian dan jaringan suap dalam kasus ini merupakan temuan awal penyelidikan otoritas Thailand, dan proses hukum terhadap pihak-pihak terkait masih terus berjalan.