Bareskrim Polri kembali meminta klarifikasi dari pelapor dugaan pemalsuan dokumen surat keterangan (suket) ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Jumat siang. Kali ini, penyidik memeriksa pelapor kedua atas nama Riyadi, yang juga dikenal dengan nama Regas.
Dalam pemeriksaan itu, penyidik mengajukan 15 pertanyaan, mulai dari tujuan pelaporan hingga penjelasan soal ada tidaknya pihak tertentu yang menunggangi laporan tersebut. Usai diperiksa, Riyadi menegaskan langkahnya mengadukan suket Gibran murni karena inisiatif pribadi.
"Kami rakyat biasa, tidak ada yang menunggangi, Pak. Kami rakyat yang menyuarakan ini karena kami peduli Indonesia," ujar Riyadi.
Ia menjelaskan, alasan dirinya melapor adalah kepedulian terhadap anak bangsa agar memiliki pendidikan dan etika yang baik, serta tidak menggunakan suket dan ijazah yang tidak asli untuk menduduki jabatan. Pernyataan itu sekaligus menjawab tudingan adanya penumpang gelap di balik laporan tersebut, yang sebelumnya dikaitkan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Riyadi juga berharap kepada Kapolri agar kasus ini terus dilanjutkan. Ia menyebut bukti-bukti lain akan diserahkan kepada penyidik pada Senin, 26 Oktober 2026.
Syamsudin Diperiksa Sehari Sebelumnya
Sehari sebelumnya, Bareskrim Polri telah memeriksa pelapor pertama atas nama Syamsudin. Pemeriksaan itu merupakan tindak lanjut dari gelar perkara yang digelar pada Rabu lalu.
Syamsudin mengaku diperiksa selama 3 jam terkait aduannya soal suket penyetaraan ijazah Gibran yang diduga bermasalah, baik secara prosedural maupun muatannya.
Kasus Berlanjut ke Tahap Pemeriksaan Pelapor
Dengan telah diperiksanya kedua pelapor, penyidik kini mengantongi keterangan awal dari para pihak yang mengadukan dugaan pemalsuan dokumen tersebut. Laporan ini mempersoalkan penerbitan dan penggunaan suket penyetaraan ijazah yang dipakai Gibran sebagai syarat pencalonan wakil presiden.
Sejauh ini, penyidik masih mendalami keterangan para pelapor dan dokumen-dokumen pendukung sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Sumber: KompasTV


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda