Bahlil Tegur PLN Soal Pemadaman Bergilir: Kendali Teknis Ada di Tangan ManajemenBahlil Tegur PLN Soal Pemadaman Bergilir: Kendali Teknis Ada di Tangan Manajemen

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta PT PLN (Persero) segera mengambil langkah mitigasi yang cepat dan terukur untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah daerah. Langkah ini dinilai penting demi menjaga kenyamanan masyarakat sebagai pelanggan utama.
Bahlil menegaskan bahwa kendali operasional dan penyelesaian masalah teknis sepenuhnya berada di bawah wewenang manajemen PLN. Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, bertindak sebagai regulator yang merumuskan kebijakan, sementara eksekusi di lapangan menjadi tanggung jawab penuh badan usaha milik negara tersebut.
Terkait keluhan masyarakat, Bahlil mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional kelistrikan diharapkan dapat meminimalkan potensi gangguan serupa di masa mendatang.
Pasokan Batu Bara Dipastikan Aman
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menepis anggapan bahwa pemadaman listrik terjadi akibat kelangkaan pasokan bahan bakar pembangkit. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan batu bara untuk sektor kelistrikan nasional telah diantisipasi dengan baik melalui penugasan resmi kepada perusahaan tambang dalam negeri.
Dari total kebutuhan batu bara PLN sebesar 154 juta ton, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) telah memberikan penugasan pasokan sebesar 180 hingga 190 juta ton. Saat ini, kontrak yang sudah berjalan mencapai 134 juta ton, sehingga sisa kekurangan yang ada dinilai tidak signifikan dan sedang dalam proses penyelesaian.
Bahlil menekankan bahwa kelancaran logistik dan distribusi batu bara hingga sampai ke pembangkit listrik (power plant) merupakan ranah manajemen internal PLN, bukan lagi tanggung jawab regulator.
Pemerataan Akses Listrik di Daerah Terpencil
Di sisi lain, pemerintah terus berupaya memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayah terisolir. Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), Kementerian ESDM bersama PLN berkomitmen memberikan akses penerangan gratis bagi keluarga kurang mampu, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini menyasar wilayah-wilayah yang secara komersial belum layak untuk pengembangan jaringan mandiri karena kendala geografis dan investasi yang besar. Hingga akhir tahun 2025, program Listrik Desa (Lisdes) tercatat telah menjangkau 1.403 lokasi di seluruh Indonesia, sementara program BPBL telah membantu mengalirkan listrik ke lebih dari 220 ribu rumah tangga kurang mampu.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda