Badai Politik Inggris: PM Keir Starmer Dikabarkan Bakal Mundur Senin IniBadai Politik Inggris: PM Keir Starmer Dikabarkan Bakal Mundur Senin Ini

LONDON - London kembali diguncang ketidakpastian politik. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dikabarkan bakal mengumumkan rencana pengunduran dirinya pada Senin (22/6/2026). Kabar ini berembus kencang setelah posisi Starmer terus digoyang oleh faksi internal partainya sendiri, Partai Buruh.
Laporan dari surat kabar Observer menyebutkan bahwa Starmer kini tengah membahas masa depan politiknya bersama sang istri di kediaman resminya, Chequers. Meski demikian, sumber internal pemerintah menegaskan bahwa Starmer masih fokus menjalankan tugas-tugas administratif negara dan berniat menghadapi segala bentuk tantangan kepemimpinan.
Kemenangan Andy Burnham Jadi Katalisator
Tekanan terhadap Starmer mencapai puncaknya setelah Andy Burnham, politikus senior Partai Buruh berusia 56 tahun, berhasil memenangkan kursi parlemen pada pemilu sela hari Jumat (19/6/2026). Kemenangan mantan Wali Kota Greater Manchester ini membuka jalan konstitusional baginya untuk menantang kepemimpinan Starmer secara resmi di parlemen.
Burnham, yang dikenal memiliki basis massa kuat di wilayah utara Inggris, belum meluncurkan tantangan terbuka. Namun, dalam pidato kemenangannya, ia menjanjikan "arah baru" bagi Inggris. Sejumlah sekutu Burnham bahkan telah mendesak Starmer untuk mundur secara terhormat demi menghindari perpecahan partai yang lebih dalam.
Kemerosotan Popularitas yang Drastis
Padahal, belum genap dua tahun lalu Starmer membawa Partai Buruh meraih kemenangan mutlak pada Pemilu 2024. Namun, kepemimpinannya segera didera berbagai skandal dan inkonsistensi kebijakan. Banyak pemilih merasa kecewa karena janji-janji perbaikan layanan publik dan kesejahteraan ekonomi tak kunjung terealisasi.
Kini, lebih dari 100 anggota parlemen dari Partai Buruh—atau sekitar seperempat dari total kursi mereka di House of Commons—secara terbuka mendesak Starmer untuk meletakkan jabatan atau setidaknya menetapkan tanggal pasti pengunduran dirinya.
Potensi Perdana Menteri Ketujuh dalam Sedekade
Jika Starmer benar-benar mundur atau didepak dari kursinya, Inggris akan mencatatkan sejarah baru dengan memiliki perdana menteri ketujuh dalam kurun waktu sedikit di atas sepuluh tahun. Tingkat pergantian kepemimpinan yang sangat tinggi ini mencerminkan ketidakstabilan politik akut yang melanda negara tersebut dalam merespons isu-isu krusial seperti penurunan kualitas layanan kesehatan publik dan masalah imigrasi.
Selain Burnham, mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting juga menyatakan kesiapannya untuk maju dalam bursa pencalonan. Sementara itu, laporan dari The Times menyebutkan bahwa jika Burnham berhasil merebut kursi PM, ia berencana mencopot Menteri Keuangan Rachel Reeves karena dinilai tidak membawa perubahan arah ekonomi yang signifikan. Hingga saat ini, spekulasi tersebut masih terus berkembang dan menanti konfirmasi resmi pada hari Senin.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda