Breaking
Memuat breaking news...

Aturan Baru Mempermudah Penyewa Pelihara Hewan di Inggris, tapi Pencarian Rumah Ramah Hewan Justru Anjlok

Qaplo
Qaplo
Minggu, 26 Juli 2026 - 9.38 AM WIB
Aturan Baru Mempermudah Penyewa Pelihara Hewan di Inggris, tapi Pencarian Rumah Ramah Hewan Justru Anjlok
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Sejak pemerintah Inggris memberlakukan aturan baru yang mempermudah penyewa memelihara hewan di rumah sewaan, jumlah pencarian properti berlabel "ramah hewan peliharaan" di situs listing Rightmove justru anjlok tajam. Padahal secara logika, aturan yang lebih berpihak pada penyewa semestinya membuat pencarian semacam itu makin ramai, bukan sebaliknya.

Menurut data yang dibagikan ke BBC, pencarian penyewa untuk properti yang menerima hewan peliharaan turun 54 persen pada Mei dan 52 persen pada Juni 2026, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini disebut sudah terlihat sejak awal tahun, semakin tajam menjelang dan sesudah aturan baru resmi berlaku.

Sejak Mei 2026, lewat Renters' Rights Act — reformasi undang-undang sewa-menyawa di Inggris — pemilik properti sewa (landlord) tidak lagi bisa menolak permintaan penyewa untuk memelihara hewan tanpa alasan yang wajar. Ini artinya, kebijakan lama "dilarang membawa hewan peliharaan" yang biasa tertulis mentah-mentah di iklan sewa kini tidak bisa lagi diterapkan secara sepihak.

Meski begitu, pemilik properti tetap punya beberapa alasan sah untuk menolak, di antaranya jika penyewa lain di properti yang sama memiliki alergi, unit dinilai terlalu kecil untuk hewan besar atau banyak hewan sekaligus, jenis hewannya termasuk ilegal untuk dipelihara, atau jika si pemilik sendiri berstatus leaseholder (pemegang hak sewa jangka panjang atas properti) sementara freeholder atau pemilik tanah aslinya melarang hewan peliharaan.

Menurut Megan Eighteen, mantan presiden asosiasi agen penyewaan properti ARLA Propertymark, pemilik properti wajib mempertimbangkan permintaan secara adil dan tidak boleh menolak begitu saja, namun penolakan masih dimungkinkan bila ada alasan yang kuat. Ia menambahkan bahwa masih banyak penyewa yang keliru memahami aturan ini, seolah izin memelihara hewan otomatis dijamin sepenuhnya.

Data Rightmove menunjukkan hewan peliharaan tetap jadi kata kunci pencarian paling populer, mengalahkan taman, garasi, atau rumah yang sudah berperabot. Hanya saja, selisih popularitasnya dengan kata kunci lain kini menipis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Marc von Grundherr, direktur agen properti Benham and Reeves, menjelaskan bahwa sebagian penyewa kini baru mengungkapkan kepemilikan hewan setelah tanda tangan kontrak sewa, atau ketahuan saat inspeksi rutin ke properti. Menurutnya, penyewa mulai menyadari posisi tawar mereka terhadap pemilik properti sudah berubah, sehingga topik hewan peliharaan lebih sering muncul belakangan dalam proses sewa, bukan lagi menjadi syarat penyaring di awal pencarian.

Eve Williamson, mantan penata rambut berusia 41 tahun asal London, sempat harus merelakan anjing American Bulldog miliknya bernama Khan sebelum aturan baru berlaku, demi menghindari ancaman diusir dari rumah sewaannya — meski sebelumnya ia sempat diizinkan memelihara anjing di unit yang sama. Ia menyebut pengalaman itu sangat berat, apalagi Khan menjadi teman selama ia merawat penuh waktu ibunya yang sakit. Khan kini sudah mendapat rumah baru, dan Eve mengaku lega dengan adanya perubahan aturan ini.

Kisah berbeda datang dari Katie Smith, ibu muda berusia 29 tahun asal Swindon, yang tinggal bersama dua kucingnya, Pumpkin dan Pippin, di rumah sewaan. Ia menilai pilihan rumah sewa masih menyusut drastis begitu unsur hewan peliharaan masuk hitungan, dan berharap lebih banyak pemilik properti mau memberi kesempatan pada calon penyewa berhewan peliharaan.

Russell Hunt, pendiri Pets Lets — layanan yang mempertemukan penyewa dengan rumah sewa ramah hewan — menilai sejumlah pemilik properti masih mencari-cari alasan untuk menolak penyewa berhewan peliharaan meski aturan sudah berubah. Ia mengusulkan penggunaan semacam "CV hewan peliharaan" dan meminta pemilik properti mempertimbangkan situasi lebih spesifik, misalnya anjing yang sudah tua umumnya lebih tenang dan banyak tidur, dibanding langsung menolak penyewa hanya karena ukuran atau jumlah hewannya.

Di sisi lain, perwakilan pemilik properti menyebut kerusakan akibat hewan peliharaan tetap menjadi risiko nyata secara finansial. Chris Norris, kepala kebijakan National Residential Landlords Association (NRLA) — asosiasi pemilik properti sewa terbesar di Inggris — menyoroti tiga persoalan utama yang dihadapi pemilik properti pasca-aturan baru: tidak adanya kewenangan memaksa penyewa membeli asuransi hewan peliharaan, tidak ada hak hukum untuk meminta deposit tambahan, serta beban biaya perbaikan sepenuhnya ditanggung pemilik properti jika terjadi kerusakan akibat hewan.

Lesley Horton, kepala lembaga ombudsman properti Inggris — badan independen yang menangani sengketa antara penyewa dan pemilik properti — menegaskan bahwa pemilik properti tidak diperbolehkan membebankan biaya tambahan khusus untuk hewan peliharaan (pet surcharge), karena itu di luar kategori biaya yang diizinkan seperti denda telat bayar atau penggantian kunci hilang. Namun, pemilik properti tetap bisa memotong deposit sewa di akhir masa kontrak, sepanjang kerusakan akibat hewan peliharaan itu bisa dibuktikan.

Perubahan aturan ini pada akhirnya menggeser keseimbangan hubungan penyewa-pemilik properti di Inggris, sekaligus memperlihatkan bahwa proses adaptasi dari kedua belah pihak masih berjalan — ditandai dari cara penyewa mencari rumah hingga cara pemilik properti menyusun ulang syarat sewa mereka.

  • Sejak Mei 2026, Renters' Rights Act melarang pemilik properti di Inggris menolak permintaan pelihara hewan tanpa alasan yang wajar.

  • Pencarian properti "ramah hewan peliharaan" di Rightmove justru turun 54% (Mei) dan 52% (Juni) 2026 dibanding tahun sebelumnya, meski kata kunci ini masih yang paling populer secara keseluruhan.

  • Pemilik properti masih bisa menolak dengan alasan sah: alergi penyewa lain, unit terlalu kecil, hewan ilegal, atau larangan dari freeholder.

  • Sejumlah penyewa kini baru mengungkap kepemilikan hewan setelah kontrak diteken, menandakan pergeseran waktu dan posisi tawar dalam proses sewa.

  • Asosiasi pemilik properti (NRLA) menyoroti risiko finansial: tidak ada hak memaksa asuransi atau meminta deposit tambahan khusus hewan.

  • Ombudsman properti menegaskan pemilik tidak boleh membebankan biaya tambahan khusus hewan peliharaan, tapi tetap bisa memotong deposit bila ada kerusakan yang terbukti.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait