Canberra — Rencana Australia mengatur cara kerja algoritma media sosial belum lagi rampung, tetapi kritik dari Washington sudah datang. Kedutaan besar Amerika Serikat di Canberra menilai usulan itu bisa menjadi jalan bagi sensor.

Mengutip Reuters, Rabu (23/9/2026), usulan tersebut mewajibkan platform memberi tahu pengguna dan menawarkan umpan konten yang direkomendasikan algoritma secara default. Platform juga harus menyediakan opsi bagi pengguna untuk menolak apa yang ditawarkan. Dengan begitu, pengguna disebut bisa ikut menentukan isi beranda mereka.

Kedutaan AS menyatakan keprihatinan. "Kami prihatin dengan potensi mandat yang membuat regulator memberlakukan persyaratan desain platform yang kaku dan seragam, seperti umpan kronologis yang dipaksakan atau sistem rekomendasi sukarela," kata pihak kedutaan.

Washington juga menilai dampak aturan ini bisa melampaui Australia, bahkan berlaku secara global. Karena itu, AS meminta Australia merumuskan dengan jelas apa yang dimaksud kerugian dan risiko. Definisi yang kabur, menurut AS, bisa mendorong platform menyensor konten secara berlebihan demi menghindari sanksi.

"Pemerintah AS mungkin akan menganggap tindakan itu sebagai bentuk memfasilitasi sensor," kata pernyataan kedutaan.

Bahan yang tersedia tidak memuat tanggapan pemerintah Australia atas kritik tersebut.