SAMOSIR — Barisan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Samosir tampil kompak mengenakan batik bermotif ulos pada upacara peringatan Hari Ulos Nasional yang dirangkaikan dengan Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Samosir, Senin (19/10).
Mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, hingga jajaran staf, seluruhnya tampil dengan pakaian motif ulos. Sebagian di antaranya melengkapi penampilan dengan ulos yang disampirkan di pundak.
Motif ulos yang dikenakan para ASN menjadi simbol kebanggaan terhadap warisan budaya Batak, sekaligus bentuk nyata menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah di tengah kehidupan masyarakat modern.
Sebagai salah satu daerah pewaris Ulos Batak Toba, Pemkab Samosir aktif menggelar peringatan Hari Ulos Nasional setiap tahun sejak ulos ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada 17 Oktober 2014.
Peringatan ini menjadi momentum meneguhkan kembali kecintaan terhadap ulos yang telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Batak. Ulos bukan sekadar kain tradisional, melainkan memiliki nilai filosofi, sejarah, dan makna sosial yang melekat dalam berbagai tahapan kehidupan masyarakat.
Asisten I Pemkab Samosir Tunggul Sinaga yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan bahwa peringatan Hari Ulos Nasional harus menjadi momentum menumbuhkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab dalam melestarikan budaya Batak.
“Upacara Hari Ulos menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Batak. Budaya tersebut harus tetap dilestarikan dan dijaga. Masyarakat Samosir sudah sejak dulu mengenal dan memakai ulos. Kita harus mensyukuri dengan penuh sukacita dan gembira, termasuk mengenakan ulos sebagai kekayaan budaya yang kita miliki,” ujar Tunggul.
Ia mengajak seluruh ASN tidak hanya mengenakan ulos pada momentum tertentu, tetapi turut menjaga keberadaan dan nilai-nilai budaya Batak agar tetap hidup serta dikenal oleh generasi mendatang. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat agar warisan yang telah diwariskan para leluhur tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman.
“Ulos adalah budaya dan kebanggaan kita. Mari kita pelihara kelestariannya dan terus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ajaknya.
Dalam kesempatan tersebut, Tunggul yang sedang memasuki masa purna bakti juga menitipkan pesan kepada seluruh ASN untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bekerja dengan sungguh-sungguh, memiliki komitmen, dan senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik, baik antarsesama ASN maupun dengan pimpinan. Menurutnya, roda pemerintahan tidak dapat dijalankan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama, kekompakan, dan kontribusi seluruh pihak.
“Dua sampai tiga tahun ke depan, Kabupaten Samosir menjadi Kabupaten Idola. Kita harus menyiapkan diri, meningkatkan SDM. Kesuksesan seseorang tidak terlepas dari orang lain,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi semakin bermakna di tengah momentum purna bakti yang akan dijalani Tunggul. Ia menitipkan semangat kepada generasi ASN berikutnya agar terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian utama dari pengabdian.
“Seluruh ASN harus mengabdi, tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mari kita capai kemajuan untuk Samosir yang kita cintai,” pungkas Tunggul.
Sumber: Waspada.id


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda